LBH Gerimis : Diduga Sibuk Urus Politik, Lebih Baik Walikota Sorong Selesaikan Utang Pemkot Ratusan Miliar Sebelum Jabatan Berakhir

Politik
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG,Honaipapua.com, -Direktur Lembaga Bantuan Hukum Gerakan Papua Optimis (LBH Gerimis) Papua Barat, Yosep Titirlolobi, SH, mengatakan bahwa dari pada Walikota Sorong lebih sibuk mengurus Politik untuk 2024, lebih baik Walikota Sorong Selesaikan Utang Pemkot Sorong ratusan miliar dibank sebelum jabatanya selesai Agustus 2022 mendatang.

Kepada media ini, Kamis (2/12) Yosep menyampaikan, perlu diketahui pinjaman Pemkot kota Sorong sebesar Rp.200 Miliar yang tidak melalui mekanisme Kedewanan tahun 2018 sampai sekarang belum lunas, belum lagi menurut informasi dari sumber terpercaya kami bahwa ada usulan dari walikota Sorong untuk melakukan pinjaman ratusan miliar lagi di salah satu bank wilayah di Jayapura yang di usulkan tahun ini mengatasnamakan rakyat Kota Sorong.

” Masyarakat kota Sorong ingin mengetahui pinjaman-pinjaman pemerintah kota Sorong yang mencapai ratusan miliar sampai saat ini digunakan untuk membangun apa?, “ungkap Yosep.

Menurut Yosep, bisa saja diduga pinjaman pemerintah kota Sorong ratusan miliar itu dipersiapkan untuk kepentingan politik 2024 dalam persiapan Walikota maju sebagai calon Gubernur Papua Barat, inikan Dugaan masyarakat seperti itu, karena selama sembilan tahun memimpin, tidak ada transparansi dari pemerintah kota Sorong selama sembilan tahun ini, “tuturnya.

” Kalau benar, Ini akan dampaknya memberatkan sekali bagi karateker yang akan ditunjuk menjadi karateker di kota Sorong mengantikan Walikota Sorong, mengingat pinjaman Pemkot yang besar akan menjadi beban bagi karateker yang baru,” ujar Yosep.

Lanjut Yosep, Pemilihan Gubernur Papua Barat atau Pilgub Papua Barat masih lama, dimana akan ada Pilgub serentak yang akan dilaksanakan tahun 2024, bersamaan dengan pemilihan presiden dan Karateker akan turun memimpin Kota Sorong selama dua tahun lebih dimana karateker akan memimpin setelah jabatan walikota Sorong selesai bulan Agustus 2022.

Untuk itu tambah Yosep, sebagai Warga Yang ber-ktp kota Sorong, saya meminta dengan tegas untuk Walikota Sorong lebih fokus mengurus banjir di kota Sorong yang sudah sembilan tahun tidak bisa di atasi oleh Walikota Sorong, belum lagi reklamasi yang mangkrak, pasar moderen yang mangkrak selama hampir enam tahun, jalan-jalan lorong yang rusak para, belum lagi pendidikan yang sangat mahal Sepapua Barat dan itu cuman di Kota Sorong.

Lanjut Yosep, belum lagi penyerapan anggaran di kota Sorong yang lambat dalam melakukan penyerapan anggaran padahal penyerapan anggaran sangat penting untuk menggerakkan perekonomian suatu daerah khususnya di kota Sorong, tentu ini akan menjadi peringatan ‘warning’ mengingat serapan anggaran yang sangat renda, belanja birokrasi yang lebih besar, dan proses laporan yang tidak optimal cuman terjadi di kota Sorong. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *