Kroscek Progres Perekrutan Panwas Kampung, Bawaslu Kaimana Tatap Muka Dengan Panwas Distrik

Politik
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana,Honaipapua.com – Untuk mengecek Progres perekrutan Panwas Kampung untuk seluruh distrik yang ada di Kaimana, maka Bawaslu Kabupaten Kaimana menggelar tatap Muka dengan seluruh Panwas Distrik yang ada di Kaimana. Tatap muka ini diramu dengan rapat koordinasi teknis Panwas Distrik se-Kabupaten Kaimana, yang digelar di Ball Room Grand Papua Hotel, Jumat (6/3).

Ketua Bawaslu Kabupaten Kaimana, Karolus Kopong Sabon,SE, saat memberikan arahan kepada seluruh Panwas Distrik.

Ketua Bawaslu Kabupaten Kaimana, Karolus Kopong Sabon, SE dalam arahannya menegaskan kepada seluruh Panwas Distrik untuk memperhatikan persyaratan-persyaratan bagi pendaftar. Sehingga Panwas kelurahan yang nantinya akan terpilih bisa bertanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya sebagai Panwas KampungKKampung. Pasalnya ditingkat kampung juga memiliki potensi terjadinya pelanggaran pemilu.

“ Kegiatan ini sangat penting mengingat tahapan perekrutan Panwas Kampung ini batas waktunya sudah semakin dekat. Sehingga melalui kegiatan ini kami bisa mengetahui konfisi atau progres perekrutan Panwas Kampung ini sudah sejauh mana yang dilakukan oleh masing-masing Panwas Distrik. Manatau ada kendala yang dihadapi dalam proses perekrutannya. Kami juga ingin mengetahui kira-kira kendala apa saja yangddihadapi oleh Panwas Distrik,” ungkapnya.

Karolus juga mengatakan bahwa khusus untuk kendala minimnya SDM ditingkat kampung untuk bisa direkrut menjadi Panwas Kampung, maka bisa dicarikan calon dari kampung terdekat.

“ Khusus untuk kendala terkait tidak ada calon dari satu kampung misalnya, maka bisa direkrut calon dari kampung tetangga atau terdekat. Kalau toh masih belum mendapatkan orang, maka bisa direkrut dari tingkat distrik. Dan ini sudah diatur dalam aturannya,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh calon Panwas Kampung adalah terkait usia minimal.

“ Dalam aturannya sudah jelas bahwa untuk menjadi Panwas Kampung harus minimal 25 tahun. Walaupun yang bersangkutan atau calon memiliki ijazah sarjana, tetapi dari sisi usia dia belum 25 tahun ke atas, maka yang bersangkutan tidak bisa direkrut menjadi Panwas Kampung. Oleh karena itu,kami berharap supaya masing-masing Panwas Distrik bisa memahami aturan soal persyaratan ini, sehingga mengantisipasi terjadinya persoalan yang ada di tingkat kampung pada tahapan pelaksanaan pilkada Kaimana,”tuturnya.

Dari data yang kami dapatkan, selama proses perekrutan Panwas Kampung, 10 calon Panwas Kamoung dicoret namanya dan dinyatakan tidak memenuhi persyaratan, karena yang bersangkutan namanya sudah terdaftar dalam SIPOL KPU. Antara lain; Distrik Kaimana sebanyak 4 orang, Arguni Bawah sebanyak 5 orang, dan Distrik Yamor sebanyak 1 orang.

“ Ketika kami mendapatkan laporan Progres Perekrutan terutama nama pelamar, kami langsung menyodorkan ke teman-teman KPU Kaimana untukmengecek nama-nama tersebut dalam SIPOL KPU, dan ada beberapa nama yang memang masuk dalam Sipol dan yang bersangkutan kami rekomendasikan ke Panwas Distrik untuk tidak mengakomodir nama-nama tersebut. Karena yang memiliki kewenangan untuk merekrut Panwas Kampung ini adalah Panwas Distrik, “tuturnya.

” Beda dengan KPU dan Bawaslu. Kalau KPU mempunyai kewenangan untuk merekrut pelaksana tingkat kampung. Tapi kalau di Bawaslu tidak. Sehingga kami berharap agar dalam proses perekrutan Panwas Kampung ini, selalu dikoordinasikan dengan kami di Kabupaten, sehingga manakala ada persoalan, kami bisa membantu memberikan atau mencarikan solusi atas persoalan tersebut,” pungkasnya. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *