Hindari Kerumunan, Masing-Masing Pemilih akan Diatur Jadwalnya di TPS

Politik
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana,Honaipapua.com, -Mengingat pelaksanaan pilkada tahun 2020 ini ditengah pandemi Covid-19, maka KPU melakukan berbagai upaya termasuk perubahan beberapa mekanisme di TPS saat pemungutan suara. Salah satu yang juga mendapatkan perubahan adalah C Pemberitahuan yang biasa dikenal dengan C6 pada pemilu-pemilu kali lalu.

Divisi Teknis KPU Kabupaten Kaimana, Dominika Hunga Andung, S.SI

Hal ini disampaikan oleh Divisi Teknis KPU Kabupaten Kaimana, Dominika Hunga Andung, S.SI ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (24/11) kemarin.

Menurutnya, hal ini dilakukan agar dapat menghindari kerumuman di lokasi sekitar TPS, pasalnya, sosial distancing menjadi salah satu prioritas perhatian KPU Kaimana yang juga telah diatur dalam regulasi.

“Untuk jumlah pemilih kita di Kaimana ini dalam satu TPS maksimal 400 pemilih. Tapi kalau untuk kampung itu sesuai dengan data yang disampaikan oleh Divisi Program dan Data pak Chandra Kirana, bahwa jumlah pemilih dalam satu TPS dibawah 400 pemilih. Namun satu hal yang perlu kami sampaikan ke masyarakat bahwa sosial distancing ini masih merupakan perhatian kami sebagai penyelenggara untuk menghindari itu. Sehingga proses pelaksanaan pemungutan suara di TPS bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan kita semua,” ungkapnya.

Monic juga mengatakan bahwa didalam form C Pemberitauan, aka nada catatan-catatan kecil yang juga harus diperhatikan oleh setiap pemilih.

“Jadi untuk C Pemberitahuan ini, akan ada catatan-catatan, diantaranya, himbauan kepada pemilih untuk membawa serta KTP saat ke TPS, range waktu yang sudah ditentukan kepada pemilih. Jadi, misalnya, pemilih dari nomor urut berapa sampai berapa, nanti ditentukan waktunya. Sehingga mereka hanya datang pada saat waktu mereka menggunakan hak suaranya. Ini tidak lain untuk menghindari kerumuman massa di sekitar TPS,” ujarnya.

Catatan lain yang juga nantinya akan disertakan dalam C Pemberitahuan yang akan dibagikan oleh KPPS adalah himbauan penggunakan masker bagi pemilih.

“Jadi penggunaan masker ini juga akan kami sertakan catatannya dalam C Pemberitahuan. Sehingga ada himbauan kepada pemilih juga untuk menggunakan masker saat datang ke TPS. Tetapi kalau memang masih ada pemilih yang tidak menggunakan masker, maka penyelenggara juga sudah menyiapkan masker untuk pemilih yang tidak menggunakan masker saat tiba di TPS. Kami berharap agar masyarakat pemilih bisa memahami baik kondisi kita saat ini, dan bisa menerapkan protokol kesehatan pada saat hari – H pungut hitung suara,” lanjutnya.

Lanjut Monic bahwa, pendistribusian C Pemberitahuan untuk KPSS yang nantinya akan diteruskan kepada pemilih juga, minimal H-3, C Pemberitahuan ini harus sudah ada ditangan KPPS.

“Perubahan selanjutnya, yakni, distribusi C Pemberitahuan ini paling lama H-3 harus sudah ada ditangan KPPS. Sehingga sejak H-3 itu, KPSS mulai membagikan kepada pemilih. Nanti di H-1, KPPS wajib memberikan laporan kepada KPU, berapa form C Pemberitahuan yang sudah terdistribusi, berapa banyak yang belum terdistribusi sehigga kami bisa rencanakan langkah selanjutnya, khusus untuk pendistribusian C Pemeberitauan ini,” lanjutnya.

Dirinya juga mengatakan bahwa dengan adanya perubahan demi perubahan pelaksanaan pemilu ditengah pandemi Covid-19, maka KPPS perlu diberikan penguatan-penguatan, sehingga mereka dapat memahami tugasnya masing-masing.

“Ini yang harus kami tegaskan kepada KPPS kami. Apalagi ada perubahan-perubahan mekanisme pelaksanaan pungut hitung di TPS dipilkada kali ini. Nanti dalam waktu yang tidak terlalu lama, kami akan melakukan bimtek untuk seluruh KPPS, mulai dari wilayah kota hingga ke distrik-distrik. Sehingga kami harapkan, ketika melakukan tugas mereka, mereka bisa melaksanannya dengan baik, sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang sudah ada yang akan kami berikan pada saat bimtek nanti,” tuturnya.

Monic juga berharap agar masyarakat bisa paham dan bisa mengikuti himbauan dari KPU sehingga proses pelaksanaan pungut hitung dimasing-masing TPS bisa berjalan aman dan lancar.

“Kami himbau untuk seluruh pemilih agar bisa pahami bahwa pelaksanaan pungut hitung tanggal 9 Desember nanti ditengah pandemi Covid-19. Sehingga protokol kesehatan wajib di jaga dan ditaati, datang ke TPS membawa serta KTP-Elektronik dan juga datang ke TPS sesuai dengan waktu yang sudah diatur oleh penyelenggara pemilu. Sehingga kita bisa menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan saat berada di TPS,” pungkasnya. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *