Freddy Thie: “Menjadi Bupati Bukan Pelabuhan Terakhir Saya”

Politik
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana,Honaipapua.com, -Bakal Calon Bupati Kaimana, Freddy Thie menegaskan bahwa menjadi Bupati, bukanlah pelabuhan terakhirnya.

Pasalnya, bole dibilang bahwa Freddy Thie yang kerap disapa dengan sapaan Kaibus ini, merupakan salah satu pengusaha sukses di Kabupaten Kaimana.

“ Untuk menjadi Bupati, bukanlah pelabuhan terakhir saya. Karena kalau menjadi bupati hanya untuk mengejar ini dan itu, maka alangkah lebih baik saya urus usaha saya. Saya merasa bahwa saya juga orang Kaimana karena saya lahir dan besar di tanah ini, walaupun ada beberapa pihak menganggap bahwa saya bukanlah orang Kaimana,” ungkapnya ketika dikonfirmasi di kediamannya, Rabu (26/2).

Kaibus juga menegaskan bahwa dirinya mempunyai satu impian yang harus diperjuangkannya yakni, dirinya ingin melihat orang asli Kaimana yang benar-benar menjadi pemimpin di negerinya sendiri.

“ Ada harapan besar dari hati kecil saya bahwa harus ada anak asli Kaimana yang bisa menjadi pemimpin (kepala daerah) di negerinya sendiri. Untuk itu, saat ini kita sedang mempersiapkan generasi yang akan memimpin negeri ini lima sepuluh bahkan puluhan tahun ke depan. Salah satu sosok yang menurut kami cukup berpotensi adalah Hasbullah Furuada,” ujarnya.

Sementara itu, walaupun secara resmi dirinya belum mendeklarasikan dirinya dengan Hasbullah Furuada sebagai pasangan calon di pilkada Kaimana 2020, namun pihaknya menegaskan bahwa, kepastiannya berpasangan dengan Hasbulah Furuada sudah 99,9 persen.

“ Pilihan jatuh ke hasbullah karena orangnya tegas, jujur dan siap berbicara kebenaran di negeri ini. Saya mau kaderkan anak asli di negeri ini untuk menjadi tuan dinegerinya sendiri. Hanya karena saya punya kerinduan sebagai anak yang lahir di sini, besar di sini, dapat rejeki dan berkat di sini, maka saya punya tanggungjawab juga untuk membangun negeri ini,” ungkapnya.

Kaibus juga mengatakan bahwa, ada hal-hal kecil yang harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum deklarasi di lakukan.

“ Tinggal ada hal-hal kecil yang berkaitan dengan pak Abdul Rahim mau maju, maka harus dibicarakan secara internal di keluarga terlebih dahulu. Sepenuhnya kami serahkan ke keluarga. Jadi, kita tunggu setelah ada pembicaraan dan keputusan di keluarga dulu, baru kita deklarasikan,” pungkasnya. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *