Bawaslu Kaimana Siap Bentuk Tim Anti Money Politik

Politik
Bagikan berita ini
  • 4
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    4
    Shares

Kaimana, Honaipapua.com – Untuk mengantisipasi terjadinya pelanggaran pemilu oleh partai politik peserta pemilu maupun caleg yang akan maju pada pileg 2019 ini, maka Bawaslu Kabupaten Kaimana akan membentuk tim anti money politik dalam waktu dekat ini.

Terkait dengan hal ini, Bawaslu masih melakukan koordinasi dengan Bawaslu Porvinsi Papua Barat.
Hal ini diungkapkan oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Kaimana, Karolus Kopong Sabon, SE ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Sabtu (6/4) kemarin.

Ketua Bawaslu Kabupaten Kaimana, Karolus Kopong Sabon, SE

Menurutnya, peluang untuk terjadinya money politik di Kabupaten Kaimana masih cukup besar. Salah satu alasannya yaitu; karena untuk Kabupaten Kaimana, terdapat 200-an caleg yang akan maju untuk memperebutkan 20 kursi yang ada di DPRD Kaimana.

“Kalau untuk peluang dilakukan money politik, memang masih cukup berpeluang. Apalagi untuk Kaimana ini kan ada ratusan caleg yang akan maju berkompetisi, sehingga pasti akan terjadi kompetisi sangat ketat. Untuk itu, peluang terjadinya money politik ini masih cukup besar untuk Kabupaten Kaimana,” ungkapnya.

Ketika disinggung soal, pelanggaran yang dilakukan oleh parpol maupun caleg jelang pelaksanaan pemilu tanggal 17 April mendatang, lanjut Karel, sampai saat ini belum ada laporan yang masuk dari masyarakat, maupun partai politik peserta pemilu dan caleg.

“Kalau untuk sampai saat ini, laporan terkait pelanggaran pemilu belum ada. Tapi tidak menutup kemungkinan terjadi pelanggaran yang bisa saja dilaporkan oleh partai politik maupun caleg. Oleh karena itu, kami berharap kepada seluruh partai politik peserta pemilu maupun seluruh masyarakat Kaimana, untuk lebih awas terhadap pelanggaran yang dilakukan sekarang ini, hingga pada hari H,” ujarnya.

Terkait dengan tim anti money politik, lanjut Karolus, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Bawaslu Provinsi Papua Barat, tentang siapa-siapa saja ataupun pihak mana saja yang dilibatkan dalam tim. “Kami sedang melakukan koordinasi dengan Bawaslu Provinsi Papua Barat terkait pembentukan tim anti money politik ini. Instansi mana saja yang akan dilibatkan dalam tim ini. Sehingga ketika tim ini terbentuk, semua unsur atau instansi yang harus masuk didalam tim ini bisa dilibatkan, dan sudah bisa mulai melaksanakan tugasnya,” tuturnya.

Lanjut Karolus, salah satu antisipasi yang akan dilakukan oleh tim ini adalah terkait dengan serangan fajar. “Belajar dari pemilu sebelumnya, serangan fajar ini menurut informasinya terjadi. Untuk itu, tim ini nantinya akan mengawal dan memantau praktek money politik oleh parpol maupun caleg, tetapi juga ikut memantau terutama pada hari H, atau biasa disebut dengan serangan fajar ini,” lanjutnya. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *