Bawaslu Kaimana Gelar Sosialisasi Pengawasan Pemilih Partisipatif

Politik
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana,Honaipapua,– Bertempat diruang pertemuan rumah makan ‘Belia’, Kamis (14/3), Bawaslu Kaimana menyelenggarakan sosialisasi Pemilu pemilih partisipatif kepada masyarakat Kaimana. Sosialisasi ini merupakan sosialisasi kedua, karena sosialisasi pertama dinilai belum mampu untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu.

Ketua panitia kegiatan, Muhamad L. Rumuar ketika dikonfirmasi usai kegiatan mengatakan bahwa, kegiatan ini dilakukan berdasarkan hasil evaluasi Bawaslu Kaimana beberapa waktu yang lalu.

“Sebenarnya inti dari kegiatan ini adalah untuk membangkitkan semangat partisipatif masyarakat terhadap pengawasan pemilu. Karena selama ini pengawasan yang dilakukan belum optimal. Padahal masyarakat mempunyai hak untuk melakukan pengawasan dan menyampaikan laporan kepada Bawaslu ketika ada temuan pelanggaran pemilu, baik yang dilakukan oleh partai politik, maupun oleh caleg,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kaimana, Karolus Kopong Sabon, SE ketika dikonfirmasi secara terpisah di ‘Belia’ menegaskan bahwa; untuk mencapai pemilu yang demokratis, maka sangat diperlukan peran serta dari masyarakat, melalui pengawasan-pengawasan yang dilakukan.

“Penyampaian materi dalam sosialisasi ini mengacu pada UU Nomor 7 tahun 2017 tentang pemilu 2019. Sehingga sudah menjadi kewajiban bagi Bawaslu untuk meningkatkan peran serta dan partisipasi masyarakat, untuk mengawal proses tahapan pemilu itu sendiri.

Sementara masyarakat ini mempunyai hak untuk mengawasi dan mengawal dari setiap proses tahapan yang dilakukan oleh KPU dan juga partai politik, maupun calon dan pasangan calon,” ungkapnya.

Menurutnya, partisipasi masyarakat terhadap pengawasan pemilu masih sangat rendah. “Sejak tahapan-tahapan awal, kami sudah membuka posko pengaduan yang bertempat di sekretariat Bawaslu Kaimana. Kami juga sudah membuka posko pengaduan untuk masyarakat yang ada di kampung-kampung, melalui Panwas Distrik. Tapi yang kami lihat pada saat evaluasi itu, partisipasi masyarakat ini masih sangat kurang. Hampir diseluruh distrik tidak ada pengaduan atau laporan dari masyarakat,” ujarnya.

Olehnya, pengaduan secara online juga dibuka oleh bawaslu dengan membuat akun resmi Bawaslu Kaimana di media sosial. “Karena tidak ada pengaduan maupun laporan dari masyarakat tersebut, sehingga kami harus mendaftarkan akun resmi Bawaslu Kaimana di medsos. Itupun tanggapan dari masyarakat sangat rendah. Oleh karena itu, kami merasa penting untuk mengundang masyarakat kembali dalam kegiatan ini, dan memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa, dalam rangka mewujudkan pemilu yang demokratis dan berdaulat, maka peran serta masyarakat ini sangat dibutuhkan,” jelasnya.

Lanjut Karolus, dirinya sangat berharap agar masyarakat bisa lebih ‘awas’ terutama pada waktu yang tersisa ini.

“Waktu yang tersisa 33 hari ini merupakan waktu yang sarat dengan kegiatan-kegiatan baik dari partai politik maupun dari caleg-caleg. Oleh karena itu, kami berharap agar, masyarakat bisa secara aktif ikut memantau dan mengawasi tahapan dan hari-hari terakhir ini,”tuturnya.

Kalau memang ada yang diduga melakukan pelanggaran, maka silahkan melaporkan kepada kami, tetapi harus disertai dengan bukti-bukti. Kami juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang sudah datang mengikuti sosialisasi ini, sehingga informasi yang didapatkan saat ini, bisa ditularkan kepada masyarakat yang lain,” pungkasnya. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *