Per 1 Juli, Pemkab Kaimana Batasi Kegiatan Masyarakat Berskala Mikro

Peristiwa
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KAIMANA,Honaipapua.com, -Terhitung sejak tanggal 1 Juli 2021 kemarin, Pemerintah Daerah Kabupaten Kaimana memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat Berskala Mikro. PPKM Kabupaten Kaimana ini dituangkan melalui edaran Bupati Kaimana Freddy Thie dengan Nomor: 338/374/2021 tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berskala Mikro.

Tomako D. Samaan, Kabag Humas Pemda Kaimana

Hal ini disampaikan oleh Kabag Humas Pemkab Kaimana, Tomako D. Samaran ketika dikonfirmasi diruang kerjanya, Jumat (2/7).

“Jadi, Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berskala Mikro atau PPKM ini sudah mulai berlaku sejak Kamis tanggal 1 Juli kemarin. Hal ini disampaikan melalui edaran Bupati Kaimana, setelah dilakukan rapat kemarin dengan pihak-pihak terkait,” ungkapnya.

Lanjut pria yang kerap disapa Tommy ini bahwa; saat ini surat edaran tersebut sedang didistribusikan ke pemangku kepentingan di Kabupaten Kaimana.

“Untuk edaran ini, bagian umum sedang mendistribusikannya kepada seluruh pangku peran di Kaimana, untuk kemudian dijadikan acuan bagi seluruh pemangku kepentingan di Kaimana,” ujarnya.

Tommy juga menjelaskan bahwa, pembatasan kegiatan masyarakat ini disesuaikan dengan situasi perkembangan Covid-19 di Kabupaten Kaimana saat ini.

“Untuk areal perkantoran, baik lingkup pemkab Kaimana maupun BUMN yang ada di Kabupaten Kaimana, khusus untuk setiap hari Senin dan Selasa bekerja dari rumah. Karena pertimbangannya, dua hari ini digunakan untuk penyemprotan disinfektan di ruangan-ruangan kantor. Sementara untuk hari lainnya pegawai tetap masuk kantor seperti biasanya,” jelasnya.

Khusus untuk kegiatan masyarakat, hampir semua kegiatan dibatasi. “Menunda semua kegiatan kemasyarakatan yang akan melibatkan banyak orang, seperti kegiatan pernikahan, acara-acara adat, kegiatan penyampaian aspirasi, konvoi kendaraan, serta kegiatan sosial lainnya yang melibatkan orang banyak,” jelasnya.

Hal lainnya yang juga termuat dalam edaran Bupati Kaimana tersebut antara lain; kegiatan peribadatan baik di mesjid maupun gereja dapat dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dengan pembatasan jumlah jemaah/jemaat dalam setiap sesi peribadatan.

Memberi diri divaksin sesuai prosedur yang berlaku. Tidak melakukan perjalanan keluar kota jika tidak mendesak atau penting, kecuali untuk perjalanan dinas aparat pemerintah, melanjutkan pendidikan, mengantar orang sakit, dan mengunjungi keluarga yang meninggal.

Belajar tatap muka disekolah juga dibatasi, menutup sementara jalur transportasi darat dari dan keluar Kabupaten Kaimana, yang melalui kampung Pigo, Wermenu, Ure dan Ururu.

“Edaran ini akan tetap berlaku sembari melihat perkembangan Covid-19 di Kabupaten Kaimana. Sehingga pak bupati sangat berharap agar seluruh pemangku kepentingan bisa menyesuaikan kegiatan sesuai dengan isi dari edaran ini,” pungkasnya. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *