Nelayan Sakit Lambung Meninggal Setelah Diperiksa Positif Corona

Peristiwa
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sorong,Honaipapua.com, -Kurang lebih 7 hari didarat dan setelah keluhkan sakit pada lambung, Udin (45) profesi sebagai Nelayan dilarikan ke Rumah Sakit Herlina kemudian ditangani oleh tim medis dan hasilnya dinyatakan reaksi Positif Virus Corona.

” Sekitar pukul.10.00.WIT pagi, saya dan teman mengantar Almarhum Udin ke RS Herlina, karena Udin mengeluhkan sakit pada lambung atau perut, setelah tiba di IGD petugas medis menyampaikan untuk selesaikan dulu biaya administrasi DP, setelah mendengar informasi tersebut, saya dan teman langsung bergegas meninggalkan Udin yang terbaring didalam ruangan IGD, selang beberapa jam kemudian, kami kembali ke RS telah dinyatakan oleh tim medis bahwa Udin sudah meninggal, pada hal sekitar 2 bulan yang lalu almarhum sempat dirawat di rumah sakit ini dengan penyakit yang sama, “ungkap teman kerja Almarhum ketika ditemui media ini di parkiran depan RS.Herlina, Selasa (23/6/2020) siang.

Nampak teman kerja Almarhum yang ditemui media ini

Dikatannya bahwa Almarhum ini berasal dari Suku Bima, sehingga diantara rekan kerja beberapa jam yang lalu telah menghubungi organisasi kerukunan Ikatan Keluarga Bima Sorong Raya untuk datang menjenguk Almarhum.

” Sambil menunggu badan pengurus Ikatan Keluarga Bima datang di RS Herlina, saya dan rekan kerja almarhum sempat menanyakan hasil tertulis penanganan dari tim medis sehingga almarhum kemudian dinyatakan reaksi positif Corona, setelah selang beberapa jam kemudian kepala suku Bima tiba di RS Herlina untuk menemui kami, “terangnya.

Kepala Suku Ikatan Keluarga Bima Sorong Raya, Edi Sabara, saat dimintai tanggapannya usai menemui tim medis menyampaikan bahwa menurut informasi dari rekan kerja almarhum adalah masyarakat saya dari suku Bima maka selaku ketua ikatan kerukunan di perantauan wajib untuk datang dan terkait penanganan juga informasinya dari rekan kerja almarham juga sempat pertanyakan penanganan medis, sehingga dirinya sempatkan waktu mendatangi tim medis untuk melihat dan mendengarkan langsung seperti apa kebenaran informasinya.

” Seperti yang rekan media menyaksikan bahwa setelah saya datang di RS Herlina menemui tim medis pun sama pertanyaan saya sama seperti rekan kerja almarhum kepada tim medis, yaitu, hasil tertulis dari tim medis terhadap penanganan alrmahum dari awal hingga dinyatakan reaksi postif Corona, kepada salah satu dokter yang menjawab pertanyaan kami sempat terjadi adu argumen, tetapi setelah itu, datanglah tim Satgas Gugus Covid-19 Kota Sorong dan memberikan penjelasan, sehingga dari pihak kerukunan keluarga dapat memahami dengan baik, intinya almarhum kedepannya akan disemayamkan dengan mengikuti protokol kesehatan terkait penanganan Covid-19, “jelas Edi Sabara seraya menambahkan bahwa pihak ikatan keluarga Bima tidak datang di RS Herlina untuk membuat keributan tetapi hanya menanyakan prosedur hasil tertulis penanganan almarhum dari awal dibawa ke RS Herlina kemudian ditangani dan dinyatakan reaksi positif Corona oleh tim medis itu saja.

Dari pantauan media ini didalam RS Herlina, setelah dari pihak keluarga Bima mendengar penjelasan dari tim Gugus Tugas Covid-19 kota Sorong, nampak Kabag Ops Polres Sorong kota Kompol.Tegai.SIk bersama satu orang anggota staf BagOps pun datang menemui dokter dan ketua Ikatan Suku Bima guna menyelesaikan kesalapahaman yang sebelumnya sempat tegang. (pic)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *