Mantan Ketua BPA Yumasssesss Soroti Penembakan Maikel Kareth

Peristiwa
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sorong,Honaipapua.com, -Mantan Ketua BPA Yumasssesss Provinsi Papua dan Papua Barat menyoroti tindakan aparat keamanan Negara yang telah melakukan Penembakan terhadap Maikel Kareth Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih Jayapura dengan mortir/timah panas, Sabtu, (1/9/2019) di depan Kamkey, Abepura, Jayapura, Papua.

” Negara harus bertangungjawab dalam hal ini aparat keamanan telah mengeluarkan timah panas di tubuh Maikel Kareth, oknom aparat Baik Polri atau TNI harus diseret dan diadili, Senjata dan mortir bukan membunuh mahasiswa yang nota bene sebagai masyarakat sipil, ” ungkap Mantan Ketua Badan Pengurus Asrama ( BPA ) Yumasssesss Papua, Yonas Yewen, A.Md.Tek., kepada media ini melalui Press Realesenya, Kamis (5/9).

Menurut Yonas Yewen, Aparat keamanan Negara tidak boleh mengunakan alat negera secara semena-mena menembak rakyatnya sendiri merupakan hal sangat tidak dibenarkan dan sangat disayangkan di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

” Semestinya tidak boleh Aparat keamanan negara dengan semena-mena melakukan tidakan represif terhadap rakyat sipil dan tentu memperkeruh suasana sudah semakin kondusif, berkali – kali pak Presiden, Menko Polhukam, Panglima TNI, Kapolri telah menyampaikan tidak boleh melakukan pendekatan Militer di Papua, tapi kenyataannya ucapan lain dan pelaksanan lain pula, ” ungkapnya.

Lebih lanjutnya, politisi muda partai NasDem itu menjelaskan bahwa, kita semua adalah sebagai warga negara Republik Indonesia yang salah, kami hitam keriting, anda putih lurus merupakan keniscyaan dan keberagamaan NKRI yang seharusnya dihargai dan dihormati. Tidak boleh Aparat keamanan melepaskan tembakan dengan peluru api merupakan tindak sengaja ingin menciptkan suasana menjadi tidak aman lagi. Kami OAP sebagai warga NKRI dan perlakukan secara adil OAP melanesia anda melayu tapi kita semua NKRI, Semestinya tidak boleh di negara yang multi etnis dan multi agama dalam kesatuan NKRI tidak perlu terjadi.

” Siapapun melawan hukum, baik masyarkat, Polisi, TNI dan siapapun melawan hukum harus ditindak dan proses hukum, tidak boleh pembiaran dan kebal hukum ataupun hukum jangan tajam kebawah tumpul keatas, ” tegas Yonas Yewen.

Kita semua berharap NKRI harus adil dan jamin kepastian hukum terhadap warga negarannya sendiri termasuk Orang Asli Papua (OAP).

” Kami berharap negara hadir untuk memberikan jaminan keselamatan dan kepastian Hukum, keadilan serta kesejahteraan bagi Orang Asli Papua secara berkelanjutan. Kita berharap Negara tentu menarik pasukan TNI, Polri dengan kekuatan yang berlebihan serta stop propoganda milisi antara OAP dengan OAP di bumi Birds of Paradise ini, ” tutup Anggota DPRD Kabupaten Maybrat terpilih dari Fraksi NasDem itu. (pic)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *