Diduga Terkait Pemberitaan, Seorang Wartawan Di Papua Barat Dianiaya

Peristiwa
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Waisai,Honaipapua.com, -Seorang wartawan media online hariannkri.id bernama Hiskia Samagita dianiaya oleh pemuda kampung Biga, Distrik Misool Barat, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, Jumat (26/3/2021). Diduga penganiayaan tersebut dipicu ketidakterimaan AN karena sepupunya diberitakan di media tersebut pada 8 Januari 2021 lalu.

Menurut penuturan Hiskia, peristiwa tersebut dialaminya pada saat ia turun di pelabuhan Sorong Papua Barat dari kapal yang membawanya dari Waisai Kabupaten Raja Ampat. Ia mengaku dipukul dan ditendang hingga mengalami cidera di beberapa bagian tubuhnya.

“Tadi sekitar 18.00 WIT di Pelabuhan Rakyat. Sesaat saya turun dari kapal waktu dari Waisai. Sesaat saya jalan menuju mau pulang, tiba-tiba saya dipukul oleh seorang anak muda yang berinisial AN. Saya dipukul dua kali di bibir kiri dan pelipis sebelah kiri sehingga ada memar. Kemudian saya ditendang sehingga saya terjatuh dan kaki kiri saya mengalami cidera,” kata Hiskia saat dihubungi melalui sambungan selular, Jumat (26/3/2021).

Hiskia menduga, penganiayaan yang terjadi padanya berhubungan dengan kerjanya sebagai seorang wartawan. Ia menjelaskan, AN adalah sepupu YD, seorang ASN yang pernah diberitakan beberapa waktu lalu. Keyakinan ini juga didasari oleh pernyataan AN yang tidak memberikan penjelasan apapun saat memukul dan menendang dirinya kecuali mengucapkan kalimat singkat.

“Keluarga, ini urusan keluarga,” seru AN seperti yang ditirukan oleh wartawan hariannkri.id ini.

Ia menambahkan, berita yang dimaksud adalah peristiwa pengancaman yang dilakukan sepupu AN terhadap Yohanis terkait perbedaan pilihan di Pilkada Raja Ampat, 9 Desember 2020 lalu. Ditambahkan pula, sebenarnya perselisihan tersebut berakhir dengan damai.

“Sepertinya saya dianiaya terkait dengan pemberitaan pada 8 Januari 2021 terkait pengancaman di kampung Biga atas nama ASN berinisial YD. Dua hari setelah kejadian itu YD dan Yohanis sudah berdamai. Namun sepertinya AN masih memiliki dendam. Sehingga tadi saya dipukul di Pelabuhan Sorong,” tuturnya.

Usai dianiaya, Hiskia langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sorong Kota. Ia pun diantar anggota Polisi Polres Sorong Kota untuk divisum di RS Mutiara Kota Sorong Papua Barat. Dan hingga berita ini diturunkan, redaksi sedang berusaha untuk mengkonfirmasi kejadian ini ke AN, namun belum bisa menghubungi AN. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *