Tingkatkan Wawasan Petugas Surveilans P2P Gelar Kegiatan Peningkatan Kapasitas

Pendidikan Dan Kesehatan
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana,Honaipapua.com, -Untuk meningkatkan kapasitas petugas surveilans dan imunisasi di Kabupaten Kaimana, maka Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana, melalui Bidang Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit (P2P), menggelar kegiatan peningkatan kapasitas dengan mendatangkan narasumber dari Provinsi yakni; Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, dr.Normawati dan dr. Kamal yang juga merupakan perwakilan dari WHO.

Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari sejak tanggal 31 Oktober kemarin hingga hari ini, Jumat (1/10).

Kegiatan ini diikuti oleh 10 penanggung jawab program surveilans dan imunisasi dari 10 puskesmas yang ada di Kaimana, 1 petugas pengelolah surveilans dan imunisasi RSUD Kaimana, 1 pengelolah balai pengobatan misi dan 9 kepala ruangan di lingkup RSUD Kaimana.

Ketua panitia pelaksana, Cathy Adopak, ketika dikonfirmasi di lokasi kegiatan mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk mendiskusikan permasalahan-permasalahan yang terjadi selama ini ketika melakukan pelayanan kepada.

” Beberapa waktu lalu kan munculnya kasus KLB Polio di Yahukimo. Selain itu masih rendahnya kelengkapan dan ketepatan pengiriman laporan mingguan SKDR tingkat puskesmas, maupun rumah sakit, membuat kita rentan terhadap penyakit yang berpotensi KLB. Karena SKDR bertujuan untuk memberikan sinyal alert/peringatan yang cepat, jiak ditemukan kasus-kasus potensial KLB, sehingga dapat di atasi dengan lebih cepat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana, Oldri Lahamini ketika dikonfirmasi di lokasi kegiatan menjelaskan bahwa, selama ini kapasitas petugas atau pengelolah surveilans di Kabupaten Kaimana masih sangat rendah. Olehnya menurutnya, kegiatan peningkatan kapasitas ini menjadi sangat penting untuk dilakukan, agar memudahkan tenaga kesehatan, khususnya, pengelolah surveilans dan imunisasi dalam mengenal penyakit yang diderita oleh masyarakat.

“ Teman-teman tenaga surveilans dan imunisasi di Kaimana selama ini memang tingkat pemahamannya masih belum optimal. Selama ini juga kan kurang ada penjelasan untuk mereka, misalnya ketika mereka membedakan kalau kasus HIV/AIDS seperti ini, kasus demam berdarah seperti ini, misalnya gejala-gejalanya seperti ini,” ungkapnya.

Lanjut Lahamini, dengan adanya pendalaman materi yang diberikan oleh pemateri dari provinsi PB maupun dari WHO, mampu meningkatkan pemahaman petugas surveilans dan imunisasi di Kabupaten Kaimana.

“Kita tidak berharap agar kasus terjadi di Kaimana, tetapi paling tidak kita harus memulainya dengan terlebih dahulu meningkatakan wawasan dan pemahaman kepada petugas surveilans dan imunisasi kita. Setelah mereka sudah mendapaktan ilmunya, maka mereka bisa membedakan penyakit A dan B. Misalnya gejala-gejala pasien seperti ini maka pasien mengidap penyakit ini. Sehingga lebih tepat dalam penanganannya,” ungkapnya. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *