Sarkol : Polemik Soal Pendidikan ‘ Saya Bertindak Sesuai Aturan ‘

Pendidikan Dan Kesehatan
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana,Honaipapua.com,- Persoalan pendidikan di Kabupaten Kaimana, masih terus terjadi hingga saat ini, sampai terjadi beberapa kali pergantian kepala OPD Disdikpora. Mulai dari oknum tenaga pendidik yang mangkir dari tugas, sampai masih ada anak SD yang belum bisa menulis dan membaca, kurangnya fasilitas buku bacaan bagi peserta didik dan persoalan lainnya.

Terkait dengan oknum tenaga guru yang mangkir dari tugas, memang menjadi perhatian serius Dinas Pendidikkan Pemuda dan Olahraga saat ini sejak dipimpin oleh Kosmas Sarkol, S.Pd. Sampai-sampai sikap tegas dari Sarkol, justru dianggap sebagian pihak ‘yang merasa dirugikan’ sebagai salah satu bentuk sikap arogan dari kepala dinas.
Sebelumnya, sempat beredar di media social facebook, ada beberapa oknum yang menyampaikan pendapat mereka tentang Kepala Disdikpora ini.

Menganggapi hal ini, Kosmas Sarkol, S.Pd ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (19/6), membantah bahwa dirinya tidak bersikap arogan. Dirinya mengakui bahwa nada bicaranya memang dianggap beberapa pihak ‘kasar’, namun dirinya mengatakan bahwa itu sebagai salah satu pembawaannya. Namun tidak berarti dirinya berlaku kasar terhadap tamu yang datang menemuinya.

“ Saya merasa diri saya arogan. Memang benar kalau nada suara saya agak keras, tetapi itu bukan kasar menurut saya. Mungkin menurut orang lain kasar. Saya arogan untuk apa ? Jabatan ini juga hanya sementara. Apalagi saya basicnya dari guru, sehingga saya tahu betul bagaimana kondisi guru-guru di Kaimana ini. Kalau ada guru yang datang, saya terima mereka. Tetapi memang, kalau diingatkan berkali-kali, tetapi oknum tersebut tidak berubah terkait disiplin, maka pasti saya akan bicara agak keras. Saya bicara tegas itu juga sesuai dengan aturan,” ungkapnya.

Menurutnya, ada beberapa pihak pasti tidak setuju dengan sikapnya yang tegas terhadap kebiasaan indisipliner tenaga pendidik maupun staf dinas pendidikan yang sudah terjadi selama ini.

“ Satu yang perlu diketahui public, bahwa saya sudah berniat dari awal sejak saya dipercayakan menduduki jabatan ini, bahwa persoalan pendidikan di Kaimana ini harus segera diatasi. Kebiasaan-kebiasaan lama yang jelek, yang mungkin bagi sebagian orang sudah merasa nyaman ini harus dihilangkan, kalau kita ingin SDM di Kaimana ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Sudah saatnya kita tinggalkan kebiasaan lama, yang selama ini tidak mengajar tetapi masih terima gaji, anak-anak masih belum bisa membaca dan menulis di SD, turun kota sampai bermingu-mingu baru kembali ke tempat tugas. Apakah fenomena seperti ini yang perlu kita pertahankan yang nantinya akan berdampak pada output pendidikan kita? Apakah ini yang kita mau?, ”ungkapnya.

Menurutnya, persoalan-persoalan pendidikan yang sudah lama terjadi di Kaimana ini tidak mungkin bisa dirubah dalam waktu yang singkat. “Kalau diibaratkan penyakit, maka ini adalah penyakit yang akut, dan perlu waktu lama baru bisa sembuh. Tidak mungkin dalam waktu satu dua hari kita selesaikan semua persoalan itu. Persoalan pendidikan di Kaimana ini sangat kompleks dan perlu perhatian dari semua pihak, untuk bisa menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut,” ujarnya.

Lanjut Sarkol, dirinya tetap akan berlaku tegas terhadap seluruh staf dinas pendidikan, termasuk tenaga pendidik, yang bekerja tidak sesuai dengan aturan. “Saya tetap akan berlaku tegas kepada semua staf saya, termasuk tenaga pendidik. Karena kalau kita terus biarkan kebiasaan ‘jelek’ tersebut, maka pendidikan di Kaimana ini akan terus seperti ini. Daerah lain, sudah berlari, kita masih mencoba untuk merangkak. Kalau memang saya melakukan kesalahan, maka pimpinan bisa mencopot saya. Tetapi kalau saya bertindak tegas sesuai aturan, maka saya pikir saya tidak salah,” tuturnya.

Menurutnya, pembenahan dunia pendidikan di Kabupaten Kaimana ini, akan menentukan perjalanan Kabupaten Kaimana ditahun-tahun yang akan datang. “Kalau saat ini kita tidak bisa merubah semua kekeliruan, kesalahan kita, kebiasaan jelek kita, maka saya sangat yakin, kondisi kita akan terus seperti sekarang ini. Perlu perhatian serius dan tindakan yang serius untuk mengatasi persoalan itu. Kalaupun ada yang tidak puas dengan sikap dan tindakan saya, ada ruang untuk bicara, dan bukan di buang di media social seperti ini,” pungkasnya. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *