RANGKAIAN PERINGATAN HARI ANAK NASIONAL 2018

Pendidikan Dan Kesehatan
Bagikan berita ini
  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    3
    Shares

JAKARTA, Honaipapua.com,- Di era digital seperti saat ini, Media Sosial dan Gadget adalah merupakan keseharian anak muda, bahkan banyak anak-anak yang masih berusia Sekolah Dasar (SD) sudah aktif di Media Sosial dan berselancar dengan gaddetnya. Sayangnya di dunia maya, banyak orang dewasa yang menunjukkan perilaku menebar kebencian dan melakukan bully di dunia maya secara massif, sehingga dengan cepat ditirulah oleh anak-anak yang memiliki akun di Media Sosial dan menjadi pengguna aktif. Dalam penelitian, 70% perilaku anak adalah meniru.

Jumlah kasus Pendidikan di KPAI per tanggal 30 Mei 2018 berjumlah 161 kasus, dari jumlah tersebut terungkap data anak korban kasus kekerasan dan bullying mencapai 22,4% dan anak pelaku kekerasan dan bullying mencapai 25,5%. Menurut pengakuan korban, bully di lakukan secara langsung saat di Sekolah dan kerap dilanjutkan di dunia maya yang kerap dikenal dengan istilah CYBER BULLY. Tingginya angka kekerasan dan bullying di Sekolah menjadi pesan bagi semua orangtua dan guru bahwa para siswa kita rentan menjadi korban dan bahkan pelaku bully, baik di dunia nyata maupun di dunia maya.

Data tersebut diperkuat dalam “Ikhtisar Eksekutif Startegi Nasional Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak 2016-2020 oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (Kemen_PPPA), yaitu sebagai berikut : 84% Siswa pernah mengalami kekerasan di Sekolah (8 dari 10 siswa); 45% siswa laki-laki menyebutkan bahwa guru atau petugas Sekolah merupakan pelaku kekerasan; 40% siswa usia 13-15 tahun melaporkan pernah mengalami kekerasan fisik oleh teman sebaya; 75% siswa mengakui pernah melakukan kekerasan di Sekolah; 22% siswa perempuan menyebutkan bahwa guru atau petugas Sekolah merupakan pelaku kekerasan; dan 50% anak melaporkan mengalami perundungan (bullying) di Sekolah.

PETISI DAN DUTA STOP BULLYING

Sebagai Lembaga Negara yang konsen pada “Perlindungan Anak” maka KPAI (Komisi
Perlindungan Anak Indonesia) memandang perlu mengandeng banyak pihak, terutama
para artis muda yang aktif di Media Sosial dan memiliki banyak fans untuk mengkampanyekan STOP BULLYING, untuk itu, dalam rangkaian menyemarakkan HARI ANAK NASIONAL (HAN) tahun 2018, KPAI bekerjasama dengan Young Lex dan Surya Film melakukan Road Show ke sejumlah Sekolah di 13 Kota di Indonesia, yaitu Jakarta, Depok, Bogor, Bekasi, Tangerang, Semarang, Solo, Jogjakarta, Malang, Surabaya, Medan, Palembang, dan Makassar. Road Show berlangsung mulai 17 – 31 Juli 2018.

Young Lex adalah sosok yang memiliki banyak pengikut di Media Sosial dan juga banyak hatters yang kerap membullynya di dunia maya namun, Lex begitu tangguh menghadapi cyber bully yang hampir setiap hari diterimanya. Lex melawan pembullynya dengan karya dan kerja keras, sedangkan Surya Film adalah rumah produksi yang mengangkat dampak buruk cyber bully bagi siapapun, apalagi terhadap anak-anak. Para artis film “AIB CYBER BULLY” juga ikut dalam Road Show ke Sekolah-Sekolah dan berdialog langsung dengan ratusan siswa di Sekolah-Sekolah tersebut. Adapun Sekolah yang dikunjungi di Jakarta diantaranya adalah SMA Labschool Rawamangun dan Kebayoran, SMK Kesehatan Global Cendikia, SMK Poncol, SMAN 4, SMAN 14 Jakarta, SMAN 25, SMAN 112, SMAN 68, SMAN dan lain-lain, sedangkan Sekolah di luar DKI Jakarta, diantaranya adalah : SMAN 1 Binjai, SMAN 4 Medan, SMAN 4 Palembang, SMAN 14 Malang, SMAN 1 Semarang, SMKN 7 Semarang, SMA Warga Surakarta, SMK Kristen I Surakarta, SMAN 2 Bekasi, SMKN 1 Depok, SMAN 9 Surabaya, dan lain-lain.

Di Sekolah-Sekolah tersebut KPAI mensosialisasikan dampak buruk Bully bagi tumbuh kembang anak, Young Lex menyampaikan tips menghadapi cyber bully dan para artis Surya Film menyampaikan pengalaman mereka di bully saat menjadi siswa di SMP dan SMA dan bagaimana harus berjuang mengatasinya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *