LBH Gerimis : Banyak Dokter Asal Papua Barat Mengabdi Di Luar Papua, Di Rumah Sendiri Lamaran Mereka Tidak Perna Diterima

Pendidikan Dan Kesehatan
Bagikan berita ini

SORONG,Honaipapua.com, -Direktur Lembaga Bantuan Hukum Gerakan Papua Optimis (LBH-GERIMIS) Papua Barat Yosep Titirlolobi, SH kepada Media ini mengatakan, sangat menyesalkan sikap Pemerintah Provinsi Papua Barat yang tidak memeprjuangkan Para Dokter-Dokter asli Papua untuk diterima menjadi Cpns/Kontrak di RSUD Provinsi Papua Barat.

Banyak Dokter Asli Papua yang sudah memasukan lamaran di rumasakit RSUD Provinsi Papua Barat tetapi tidak pernah di panggil sampai sekarang ini ada apa dengan RSUD sehingga anak-anak Papua yang berprofesi dokter susa sekali di panggil untuk mengabdi ditanahnya sendiri padahal mereka sudah memasukan lamaran.

Menurut Yosep, seharusnya kuota dokter Cpns/Kontrak untuk rumah sakit pemerintah yang ada di tanah papua barat harusnya yang diutamakan mereka para dokter putra daerah sesuai amanat Otsus, bukan mengutamakan mereka yang dari luar Papua.

Di LBH Gerimis sendiri ada beberapa dokter asli Papua Barat yang datang mengadu Dikantor LBH Gerimis mereka mengelu kesa tentang pemerintah daerah yang tidak memperhatikan mereka.

“Kami meminta disisa masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat untuk memperhatikan hal ini, kalau Gubernur Papua barat tidak memperhatikan para dokter Papua yang ingin mengabdi di tanahnya tetapi tidak diberikan kesempatan maka ada yang salah dalam penerimaan dokter,” ucap Yosep.

Yang terjadi berdasarkan pengaduan, ada beberapa dokter asli Papua yang telah memasukkan lamaran sampai dua kali tetapi tidak pernah di panggil, tetapi mereka yang dari luar papua yang langsung di panggil setelah memasukkan lamaran cuman satu kali.

Karena menunggu terlalu lama akan jawaban dari RSUD Provinsi Papua Barat, tentang penerimaan para dokter asli papua, akhirnya ada beberapa dokter asli papua yang di pakai dan di kontrak oleh beberapa kabupaten di Provinsi Maluku Utara, ini menandakan bahwa bakat dan keilmuan para dokter asli papua tidak kalah bersaing dengan non papua.

<span;>’kalau mereka dokter asli papua tidak diperhatikan, terus provinsi ini dilahirkan untuk siapa, bukankha orang papua harus menjadi tuan di negerinya sendiri itu sudah menjadi harga mati,”

Untuk itu, sesuai amanat otsus seharusnya mereka yang menjadi dokter asli papua di prioritaskan dalam penerimaan agar dokter-dokter asli papua bisa menjadi tuan di negerinya sendiri dan bisa bersaing dengan mereka dokter yang didatangkan dari luar papua, “tambah Yosep. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.