Kemenkes RI Bantah Isu Pemkab Sorsel Belum Tangani Stunting

Pendidikan Dan Kesehatan
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Teminabuan,Honaipapua.com, -Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melaksanakan Monitoring dan Evaluasi ke dinas Kesehatan Kabupaten Sorong Selatan.(25/11/2019).

Dalam kesempatan yang sama Tim Monev melakukan diskusi terkait pelaksanaan program 8 aksi penanganan stunting ,gizi buruk dan gizi kurang yang diamanatkan oleh Kemendagri bertempat di rumah jabatan Bupati Sorong Selatan.

Hadir dalam diskusi ini Ketua Tim Monev yang dipimpin oleh Ir Mursalim . M Ph selaku Pejabat Direktorat Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama rombongan, ,Bupati Sorong Selatan Samsudin Anggiluli,SE,M.A.P,wakil Bupati Sorong Selatan Drs Martinus Salamuk,Pabung Sorong Selatan Mayor Inf. Antonius Sigala, Kapala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong Selatan Yuliana Saruri,Kepala Kantor kementerian Agama Sorong Selatan Drs DM Syaranamual,MPd serta Kepala Kesbangpol Sorsel Edit Doni Tamaela,SP.MAP.

Ir Mursalim . M Ph selaku Pejabat di Direktorat Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengatakan bahwa setelah mendengarkan secara langsung penjelasan dari Kapala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong Selatan Yuliana Saruri menyatakan bahwa kabupaten Sorong Selatan telah melaksanakan apa yang diamanatkan oleh Kemendagri terkait pelaksanaan 8 Aksi konvergensi atau integrasi dalam penurunan stunting.

8 aksi ini diantaranya adalah Aksi analisa situasi, aksi rencana kegiatan, aksi rembuk stunting, aksi perbup/perwali tentang peran desa, aksi Kader Pembangunan Manusia (KPM), aksi manajemen data, aksi pengukuran dan publikasi dan aksi review kinerja tahunan.

“Dari keterangan yang kami dapatkan ternyata kabupaten Sorong Selatan telah melaksanakan 3 aksi ini, “ungkapnya.

selanjutnya akan melaksanakan aksi percepatan penurunan stunting secara terintegrasi dengan melibatkan semua OPD berupaya untuk melakukan semua program untuk percepatan penurunan stunting.

Menurutnya, setelah kami turun kelapangan ternyata ini kasus biasa tidak se heboh yang diberitakan dan ini ternyata biasa saja, hanya satu dua kasus yang terjadi yang mana sudah saya lihat datanya. “Jadi tidak benar bahwa dikatakan Sorong Selatan belum melakukan apa apa berarti belum melaksanakan kegiatan satu pun ,”jelasnya.

Kedepan rencana tindak lanjut akan diarahkan untuk menanggulangi gisi buruk yang terjadi dan mencegah agar tidak terjadi ada kasus stunting dan kurang gizi yang baru.

Pada prinsipnya Sorong Selatan sudah melaksanakan beberapa aksi dari 8 aksi konvergensi sesuai amanat Kemendagri karena memang semua Provinsi belum semua melaksanakan sampai 8 aksi ini dan Sorong Selatan telah melakukan 3 aksi dan dalam waktu dekat akan melaksanakan aksi konvergensi melibatkan semua OPD untuk menanganinya dengan mengeluarkan surat keputusan untuk memerintahkan OPD bersama bekerja menangani stunting dan Gizi buruk ini sesuai dengan Tupoksi masing masing.

“ Dengan demikian tidak benar kalau ada yang kata kan Sorong Selatan belum menangani stunting dan gizi buruk karena 3 aksi sudah dilaksanakan, “jelasnya.

Stunting tidak terjadi pada balita sehat melainkan berawal dari gizi kurang dan kalau tidak ditangani akan berdampak pada gizi buruk dan jika tidak di tangani secara baik akan berdampak pada stunting,” jelasnya.

Bupati Sorong Selatan Samsudin Anggiluli,SE,M.A.P. dalam keterangannya mengemukakan bahwa Kabupaten Sorong Selatan terdata memiliki penderita stunting.namun pihaknya telah mengambil langkah langkah dalam rangka menurunkan angka stunting ,

“ Kami telah membuat sejumlah program yang telah dilaksanakan di 15 Distrik di seluruh kabupaten Sorong Selatan untuk menurunkan angka stunting dengan menggelar sejumlah aksi dari 8 aksi dan sudah berjalan dengan baik dan diantaranya telah berhasil dilaksanakan,”ungkap Bupati .(Engelberto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *