Kadis Pendidikan Papua Barat Jangan Asbun, Coba Tinggal Di Sorong Baru Lihat Masuk SMA Di Kota Sorong Mahal Atau Tidak

Pendidikan Dan Kesehatan
Bagikan berita ini

SORONG,Honaipapua.com, -Ketua Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia DPD PA GMNI Papua Barat, Yosep Titirlolobi, SH kepada media ini mengatakan bahwa apa yang disampaikan oleh Kadis Pendidikan Papua Barat dalam membantah Kritikan PA GMNI tentang pendidikan yang sangat mahal di Papua Barat, khususnya Kota Sorong adalah asal bunyi (Asbun).

Menurut Yosep, apa yang disampaikan oleh Persatuan Alumni GMNI Papua Barat tentu sudah berdasarkan kajian yang didukung bukti dan fakta yang terjadi di lapangan, jadi bukan asal ngomong seperti yang disampaikan oleh Kadis Pendidikan Papua Barat.

Justru Kadis Pendidikan Papua Barat selama inilah yang tidak memiliki bukti dan asal ngomong, kalau ada kritikan dari masyarakat ya kadisnya harus turun kroscek kelapangan, jangan berangkat Manokwari-Jakarta paling cepat, tetapi kalau tidur di kota sorong untuk melihat biaya masuk Sekolah SMA yang sangat super mahal, mereka gensi sekali.

“Data yang disampaikan oleh Kadis Pendidikan Papua Barat itu karangan mereka, perlu diketahui bahwa untuk masuk SMA masyarakat harus pontang panting untuk gali lobang tutup lobang agar anak mereka bisa masuk di SMA Unggulan dari Swasta maupun SMA unggulan Negeri yang mencapai jutaan rupiah, bukan  yang murah seperti yang disampaikan oleh Kadis Pendidikan Papua Barat.

Dijelaskan Yosep, bahwa fakta yang terjadi adalah memang benar masuk SMA masyarakat harus mengeluarkan uang sangat berfariasi tergantung sekolah itu unggulan swasta atau negeri, mengingat data yang dimiliki masuk SMA masyarakat harus mengeluarkan uang 7,5 juta dan hampir 10 juta, ujar Yosep.

Kalau Kadis Pendidikan Papua Barat mau datang Kesorong untuk melakukan sidak di sekolah-sekolah tetapi tidak ada anggaran, PA GMNI Papua Barat sangat siap untuk membiayai Kadis dan timnya untuk datang tidur di kota Sorong.

“Dia Pa Kadis Pendidikan Papua Barat mau nginap di hotel mana Vega Atau Swiss Bell nanti kami PA GMNI yang bayar, asalkan mereka betul-betul mau melakukan sidak sunggu-sunggu tentang pendidikan yang sangat mahal dikota sorong agar.”tutur Yosep.

Lanjut Yosep, pendidikan di kota sorong sudah sekitar 15 tahun paling mahal Se Papua Barat, bukan baru tahun ini, tetapi sangat disayangkan, dan yang lucunya Kadis Pendidikan Papua Barat baru memberikan komentar, selama ini yang bersangkutan dimana apakah tidur kah atau tutup mata melihat pendidikan yang sangat mahal dikota sorong tetapi beliau cuman hanya diam, dan tidak memiliki solusinya untuk mengatasi.

” Mengenai Kadis Pendidikan Papua Barat yang dalam beritanya mengatakan GMNI itu adalah LSM, sambil tertawa Yosep menambahkan bahwa mungkin waktu beliau Pa Kadis Pendidikan waktu jaman kuliah mungkin tidak perna mengikuti sepak terjang Cipayung, sehingga beliau pengetahuan kurang tentang GMNI, sehingga dengan pengetahuan yang kurang sehingga beliau tidak bisa membedakan GMNI itu organisasi apa dan LSM itu lembaga apa, “tambah Yosep. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.