Kadinkes Akui Kinerja Sebagian Tenaga Medis Menurun

Pendidikan Dan Kesehatan
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KAIMANA, Honaipapua.com,- Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Kaimana Arifin Sirfefa.S.KM.MM mengakui kinerja tenaga media menurun.

Untuk mengatasi menurunnya kinerja puskesmas yang dibeberapa distrik yang ada di kabupaten Kaimana, maka dinas kesehatan kabupaten Kaimana menyelenggarakan pelatihan perencanaan tingkat puskesmas (PTP) se-kabupaten Kaimana di Kaimana Beach Hotel (KBH), Selasa (22/5).

Arnold Thie selaku ketua panitia, mengungkapkan, kegiatan pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan managemen puskesmas secara keseluruhan, yang ada dimasing-masing puskesmas atau pustu yang ada di kabupaten Kaimana.

” Puskesmas mempunyai kewenangan untuk melakukan pengelolaan program kegiatannya. Untuk itu, perlu didukung kemampuan managemen yang baik. managemen puskesmas merupakan suatu rangkaian kegiatan yang bekerja secara sinergik yang meliputi perencanaan, penggerakan pelaksanaan serta pengendalian, pengawasan dan penilaian, “ujarnya.

Menurutnya, pelaksanaan perencanaan tingkat puskesmas (PTP) ini sebagai tindak lanjut dari peraturan menteri kesehatan Republik Indonesia No 75 Tahun 2014 tentang pusat kesehatan masyarakat (pasal 6), yang menyebutkan bahwa dalam menyelenggaran fungsi penyelenggaraan upaya kesehatan masyarakat, puskesmas berwenang untuk melaksanakan berdasarkan analisis masalah kesehatan masyarakat dan analisis kebutuhan pelauyanan yang diperlukan, melaksanakan advokasi dan sosialisasi kebijakan kesehatan, melaksanakan komunikasi, informasi, edukasi dan pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan, menggerakkan masyarakat untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah kesehatan pada setiap perkembangan masyarakat yagn bekerjasama dengan sektor lain yang terkait.

Sementara itu, kepala dinas kesehatan kabupaten Kaimana, Arifin Sirfefa, S.KM, MM mengatakan, kualitas SDM yang ada diseluruh puskesmas dan pustu di kabupaten Kaimana, harus terus ditingkatkan, sehingga akan berdampak pada semakin baiknya pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

” Jadi perencanaan tingkat puskesmas ini mencakup semua kegiatan yang ada dipuskesmas. Perencanaan ini disusun bersama-sama oleh puskesmas sebagai rencana tahunan puskesmas. Dan ini mulai sekarang, sudah harus dibuatkan, dan dilaporkan atasan. Sehingga perencanaan ini benar-benar berdasarkan kondisi rill yang terjadi dimasing-masing puskesmas/pustu, “ujarnya.

Selain itu, lanjut Arifin, pembenahan manajemen salah satu cara dengan melaskanakan pelatihan perencanaan tingkat puskesmas ini, sebagai upcaya untuk meningkatkan kinerja masing-masing puskesmas, yang dari tahun ke tahun sudah mulai menurun.

Mungkin ada beberapa kepala puskesmas maupun stafnya, yang belum memahami betul tupoksinya. Ini juga masalah, karena seluruh kegiatan yang dilakukan dipuskesmas atau pustu tersebut, tidak berdasarkan SOP atau perencanaan yang sudah ada. Sehingga kami berharap agar, kegiatan ini jangan dianggap sebagai kegiatan ceremonial belaka, karena narasumber-narasumber handal siap memberikan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan managerial yang ada dimasing-masing puskesmas dan pustu.

Kaitan dengan hal ini, lanjut Arifin, setiap kepala puskesmas atau pustu harus bisa membuat SOP bagi seluruh staf yang ada di masing-masing puskesmas dan pustu. ” Ini juga kami sampaikan sekaligus sebagai himbauan kepada kepala-kepala puskesmas, agar bisa menyusun SOP, sehingga kita bekerja ini sesuai dengan standar yang ada. Staf masuk jam sekian, istirahat jam sekian, dan pulang jam sekian. Sehingga kita bekerja juga tidak keluar dari SOP yang sudah disusun tersebut. Sehingga pelatihan ini menjadi sangat penting bagi pelaku kesehatan yang ada dimasing-masing puskesmas/pustu, “tuturnya.

Sementara itu dari data yang didapatkan, kegiatan ini akan dilaskanakan selama 3 hari terhitung sejak (22-26 Mei) mendatang, dengan menghadirkan narasumber yang kompeten, diantaranya; dr. Julia Christine (Kompak Bakti), Kadek Hermanta (dinas kesehatan provinsi Papua), dr. Victro Eka Nugraha, M.Kes (Dinkes PB), dr.Siti R. Saifoeddin, MPH (Dinkes PB) dan Siti Sangadah, S.Far (Dinkes PB).

Selain itu peserta pelatihan perencanaan tingkat puskesmas (PTP) ini sebanyak 20 orang, diantaranya; puskesmas Kambala Distrik Buruway sebanyak 5 orang, puskesmas Tanusan Distrik Teluk Arguni Bawah sebanyak 5 orang, puskesmas Bofuwer Distrik Teluk Arguni sebanyak 5 arang, dan puskesmas Tugarni Distrik Teluk Arguni sebanyak 5 orang. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *