Ka.Balai Guru Penggerak Propinsi PB:  Pelatihan Kurikulum Merdeka Kepada Guru Dan Tenaga Honorer Di SMAN 1 Raja Ampat

Pendidikan Dan Kesehatan
Bagikan berita ini

Waisai,Honaipapua.com, -In House Training adalah sebuah bentuk program pelatihan, dimana materi pelatihan, waktu serta tempat pelatihan ditentukan sesuai dengan yang diminta dan dibutuhkan yang meminta. Umumnya pelatihan dalam bentuk in-house ini dilaksan oleh  Institusi / Dinas dalam rangka meningkatkan kualitas SDM di tempatnya.  In house training pun akan sangat membantu meningkatkan kualitas SDM yang menjadi eksekutor atas ide, rencana, dan kegiatan.

In House Training (IHT) merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh sekolah sebagai persiapan guru untuk menghadapi tahun ajaran baru. SMA Negeri 1 Raja Ampat Sabtu, 6/08/2022, merupakan salah satu sekolah  di Waisai Ibu Kota Kabupaten Raja Ampat yang menerapkan kegiatan IHT. Implementasi Kurikulum merdeka.

Pada kegiatan IHT ini pembahasan lebih berfokus kepada implementasi Kurikulum Merdeka Belajar. Sebagaimana diketahui, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) telah mengeluarkan kebijakan tentang pengembangan Kurikulum Merdeka kepada satuan pendidikan.

Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam. Pembelajaran akan lebih maksimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan memperkuat kompetensinya.

Melalui kurikulum ini, guru dapat memilih perangkat ajar untuk menyesuaikan kebutuhan belajar dan minat masing-masing peserta didik. Kurikulum Merdeka nantinya akan digunakan untuk seluruh satuan pendidikan mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA/SMK, Pendidikan Khusus dan Kesetaraan. Namun ada perbedaan dari Kurikulum Merdeka Belajar dengan kurikulum sebelumnya.

Kurikulum Merdeka menjadi opsi tambahan dalam rangka pemulihan pembelajaran selama 2022-2024. Kemendikbud Ristek juga akan melakukan pengkajian ulang pada tahun 2024 mendatang.

Tujuan umum IHT implementasi merdeka belajar dalam penyusunan perangkat pembelajaran adalah meningkatkan kompetensi peserta didik melalui pembinaan guru dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi  pembelajaran sesuai dengan program dan kebijakan merdeka belajar.

Kepala Balai Guru Penggerak Propinsi Papua Barat, Tuning Supriyadi, S.Pd, M.Pd, sebagai Pamateri dalam IHT Implementasi Kurikulum Merdeka di SMAN negeri 1 Raja Ampat.

Beliau secara gamblang memaparkan kurikulum tersebut kepada 70- an guru dan tenaga honorer di SMAN 1 Raja Ampat.

Kepala sekolah SMAN 1 Waisai, Helene Omkarsba, S.Pd.M.Pd bersama Dewan Guru menyambut baik kegiatan tersebut. Karena menurut mereka kurikulum ini sangat bagus.

Ditambahkannya bahwa kurikulum ini akan di praktekkan kepada siswa/i  Di SMAN 1 Waisai. (cak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.