Cegah Stunting, Dinkes Kaimana Perkuat Kapasitas Petugas Puskesmas

Pendidikan Dan Kesehatan
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana,Honaipapua.com, -Untuk mencegah dan ikut meminimalisir angka stunting di Indonesia, maka kementerian kesehatan mulai melaksanakan program peningkatan kapasitas petugas-petugas kesehatan diseluruh wilayah Indonesia. Begitu pun yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana, dengan menghadirkan seluruh puskesmas khususnya petugas kesehatan petugas gizi di Kaimana Beach Hotel (KBH), Jumat (28/8).

Ketua Panitia Kegiatan, Arnold Elias

Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari, terhitung sejak hari ini hingga 30 Agustus yang akan datang.

“ Kegiatan ini merupakan kegiatan peningkatan kapasitas petugas puskesmas, khususnya bagi fasilitator PMBA atau pemberian makanan bayi dan anak. Karena kita tahu sendiri bahwa sampai hari ini, masih terjadi pemberian pola makan kepada anak dan bayi yang belum optimal. Masih banyak masyarakat yang memberikan makanan tambahan kepada bayi dan anak tanpa melihat kualitas, waktu dan makanan yang tepat. Begitu juga dengan jenis dan jumlahnya,” ungkap ketua panitia pelaksana kegiatan peningkatan kapasitas petugas puskemas, Arnold Elias ketika dikonfirmasi di sela-sela kegiatan.

Menurutnya, kegiatan ini sangat penting, karena mempermudah menyampaikan pesan-pesan positif untuk masyarakat melalui petugas kesehatan dan kader kesehatan terkati penanganan stunting.

“ Oleh karena itu, teman-teman puskesmas khususnya yang menangani gizi, diberikan pembekalan, TOT, untuk nanti ketika mereka sampai di puskesmas, mereka bisa menjadi fasilitator untuk melakukan konseling dan memberikan pendampingan kepada kader-kader kesehatan, untuk bersama-sama memberikan sosialisasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Lanjut Arnold, menurut laporan WHO bahwa 50 persen anak-anak yang meninggal dewasa ini, disebabkan oleh stunting.

“ Bagaimana nanti mereka bisa mendampingi bapak ibu dan pengasuh dalam rangka memberikan makanan kepada bayi dan anak secara tepat. Tentunya dipantau sehingga pola pemberian makanan kepada bayi dan anak ini bisa terus menerus diberikan dengan benar oleh bapak atau ibu maupun pengasuh. Kegiatan ini semuanya mengarah ke stunting. Bagaimana supaya kita bersama-sama mencegah dan mengantisipasi lebih dini, dengan cara memberikan pemahaman yang bensar kepada masyarakat,” lanjutnya.

Sementara itu, seluruh puskesmas yang ada di Kaimana dilibatkan antara lain; puskesmas Kaimana, puskesmas Lobo, puskemas Kiruru, puskemas Kambala, puskesmas Tairi, puskesmas Tanusan, puskesmas Waho dan puskesmas Bofuer. Sementara karena kondisi cuaca yang sedang tidak bersahabat saat ini, sehingga petugas gizi puskemas Yamor tidak ikut serta dalam kegiatan ini. Namun tambah Arnold, petugas gizi puskesmas Yamor, belum lama ini sudah mengikuti kegiatan serupa di Manokwari, sehingga sudah ada gambaran tentang PMBA ini. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *