Bupati Maybrat Secara Resmi Membuka KONFERDA II PGRI

Pendidikan Dan Kesehatan
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MAYBRAT,Honaipapua.com,- Bupati Kabupaten Maybrat, Drs.Bernard Sagrim. MM, secara resmi membuka kegiatan Konferensi Daerah (KONFERDA) II Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Maybrat, Kumurkek, Senin (24/6).

Dalam sambutanya, Bupati Bernard Sagrim menyampaikan bahwa, pemerintah akan melakukan evaluasi, terhadap apa yang telah kita tetapkan di konferensi sebelumnya, dimana kita lebih focus kepada hal-hal yang lebih substansi atau hal-hal yang inti, artinya hal-hal yang berkaitan langsung dengan kepentingan guru, yaitu, fakta sekarang yang kita hadapi tentang kepentingan guru.

” Kita lebih bagus bicara sedikit hal, tapi bermanfaat dan bisa di laksanakan daripada kita bicarakan hal-hal yang terlalu banyak tetapi tidak bisa dilaksanakan, sama saja percuma,”terang Bupati.

Dikatakanya, berbicara tentang Guru, ini kan ada yang di kelolah oleh pemerintah dan ada juga yang dari mitra kita, atau sekolah-sekolah yang ada, seperti YPK dan YPPK, mereka ini adalah mitra dari pemerintah yang di dalamnya ada guru-guru yang bekerja.

” Guru-guru inikan nasibnya tidak sama, ada yang mendapat perhatian lebih, ada juga yang tidak, ada juga yang mendapat fasilitas ada juga yang tidak, baik itu dari sisi kelembagaan pemerintah maupun non pemerintah atau kelembagaan,”tuturnya.

Berbicara tentang guru, berarti kita juga harus paham tentang kepentingan guru itu apa saja, kita tidak bisa bicara kelembagaan saja, kalau lembaga sekolah bagus tetapi gurunya tidak di perhatikan, ya sama saja, target-target dalam pendidikan tidak jalan karena semua ini ada keterkaitan dengan kesejahteraan guru.

Kesejakteraan bukan hanya bicara tunjangan saja, tetapi mungkin juga karena gajinya di bayar terlambat, tunjangan lauk pauk juga di bayar tapi di potong, atau mungkin juga di bayar terlambat atau tidak tepat waktu.

Tuntutan ekonomi juga meningkat, tetapi tunjangan yang kita kasih juga kurang atau penyebaran guru-guru juga yang tidak merata, ada yang di pedalaman yang membutuhkan aksesibilitas yang membutuhkan biaya yang besar, jadi ada banyak variable yang harus menjadi focus kita. ” Nah kalau sudah sampai di tahap ini, maka harus ada tim ETHOK yang akan melakukan evaluasi program-program mengenaik kesejakteraan para guru,”bebernya.

Menurut Bupati, sehingga pada moment di Konferda ini, kita bicara soal kepemimpinan atau kepengurusan yang harus kita evaluasi, baik kinerja dari pengurus yang ada atau yang sudah di bentuk pada 5 tahun lalu. Selama ini kinerja mereka seperti bagaimana, integritasnya bagaimana, komitmennya bagaimana, koordinasinya selama ini bagaimana, dengan komunitas guru yang ada di setiap sekolah, hak-hak guru selama ini di fasilitasi dengan baik atau tidak, lalu program yang telah kita sepakati bersama di kawal dengan baik apa tidak.

” Nah dari sini kita melihat, kalau tidak dijalankan dengan baik ya, di ganti semua pengurusnya, hal-hal inilah yang yang harus di bicarakan dengan baik,”pintanya.

Bupati Juga menegaskan bahwa tidak usah juga banyak pengurusnya, kalau tidak bisa berfungsi dengan baik, artinya kaya struktur tetapi miskin fungsi. Jadi, saran saya, agar dalam pemilihan pengurus yang baru sebaiknya dipilih melalui sistem perwakilan saja, dari PAUD berapa, SD berapa, SMP berapa dan SMA/SMK berapa, biar 10 orang yang penting bisa bekerja daripada banyak orang tetapi tidak bisa bekerja sama saja percuma.

Bupati juga meminta kepada para guru untuk menumbuhkan semangat Korsa antara guru, membentuk WA Group, agar semua bisa di akomodir dengan baik, kemudian para Guru yang sudah memiliki provesi agar professional jangan hanya profesi saja, tetapi tidak professional, ini yang nanti di bilang latihan lain main lain. (nes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *