Basarnas dan Ditpolair Giat Pelatihan Water Rescue

Pendidikan Dan Kesehatan
Bagikan berita ini
  • 4
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    4
    Shares

SORONG, Honaipapua.com,- Basarnas melalui Kantor Pencarian dan Pertolongan Sorong bersama Ditpolair Polda Papua Barat menggelar pelatihan potensi SAR teknik di air (water rescue) yang berlangsung di Politeknik Apsor Sorong.

Kegiatan yang dimulai pada Selasa 23 Agustus 2018 dan akan berakhir pada 1 September 2018 itu dibuka secara resmi oleh Dirpolair Polda Papua Barat, AKBP Roy H.M Sihombing S.IK.

Sementara itu, untuk peserta pelatihan sebanyak 40 personil Dirpolari Polda Papua Barat serta melibatkan 8 orang instruktur dari Basarnas Pusat dan Basarnas Sorong.

Kepada peserta pelatihan, salah satu instruktur menjelaskan bahwa wilayah kerja Ditpolair Polda Papua Barat dan Kantor Pencarian dan Pertolongan Sorong memiliki wilayah kerja laut yang cukup luas dan menjadi urat nadi perekonomian.

Tingginya aktifitas wisatawan ataupun nelayan di wilayah perairan, lanjutnya, tentunya dibarengi dengan adanya resiko terjadinya bahaya yang mengancam keselamatan.”Musibah memiliki sifat yang tidak dapat diprediksi, bisa kapan saja terjadi, dimana saja dan kepada siapa saja. Kondisi inilah yang menuntut kesiapsiagaan sehingga dapat menjawab respon time yang cepat, tepat, dan aman,”ujarnya.

Dalam mewujudkan respon time yang cepat, lanjutnya, maka perlu adanya pemberian pelatihan kepada potensi SAR yang terdekat dengan lokasi-lokasi rawan terjadinya musibah. Semakin cepat pemberian pertolongan maka mampu mengurangi resiko jatuhnya korban jiwa.

“Pelatihan kali ini memberikan materi tentang  disampaikan  tentang MFR (Medical First Responder) yang meliputi pengenalan dasar, penilaian korban, bantuan hidup dasar serta resusitasi jantung paru dan water rescue yang meliputi pedoman keselamatan di air, metode pertolongan di air, personal floating device, defend and release, towing and carry, akses dan pertolongan, teknik pencarian, renang laut serta bina fisik,”terangnya.

Basarnas sebagai leading sector SAR, tambahnya, membutuhkan peranan seluruh komponen masyarakat ketika melaksanaan operasi SAR. Peran serta itu tentunya harus diimbangi dengan pemahaman keterampilan dan kemampuan tentang teknik-teknik pertolongan.

” Melalui pelatihan ini, diharapkan semakin banyak potensi SAR yang berkompeten akan mampu mempersingkat respon time dalam penanganan di lapangan,”tandasnya. (wyr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *