BABINSA SAUKOREM AJAK WARGANYA MEMBERIKAN IMUNISASI DIFTERI

Pendidikan Dan Kesehatan
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tambrauw,Honaipapua.com, -Guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sehat jasmani, Babinsa bekerja sama dengan Puskesmas Saukorem, melaksanakan pemberian Imunisasi Difteri Tetanus dan Tetanus Difteri terhadap anak-anak, yang bertempat dihalaman Koramil 02 Saukorem Distrik Amberbaken, Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat, (16/11/2019).

Babinsa Koramil 1801-02/Saukoem, Kopda. Taufan Herdyana bersama tim kesehatan dari Puskesmas Saukorem yaitu, Bidan Anti, suster Elizabet Wanma dan Antonia Rumander melakukan pemberian Imunisasi Difteri Tetanus dan Tetanus Difteri.

” Yang menjadi obyek pemberian Vaksin Difteri ini adalah balita dan anak-anak berusia 5 sampai 10 tahun diwilayah Saukorem, “tutur Babinsa lagi.

Sementara Kepala Puskesmas Saukorem menjelaskan, penyakit Difteri adalah infeksi Bakteri yang memiliki efek serius pada selaput lendir hidung dan tenggorokan, Bakteri ini menghasilkan racun yang dapat merusak jaringan pada manusia, terutama pada hidung dan tenggorokan, “Virus Difteri bahaya dan menular, “katanya.

Maka sebagai orang tua kita harus lebih berhati-hati dalam menjaga buah hatinya terhadap penyakit  yang disebabkan oleh kuman Corynebacterium Diphteriae banyak menyerang balita. Orang tua harus mengenal gejala/penyebab, dan cara pencegahan penyakit Difteri .

Difteri ini menyerang selaput lendir pada hidung serta tenggorokan dan terkadang dapat memengaruhi kulit. Penyakit ini harus diobati secepatnya untuk mencegah komplikasi.

Salah satunya dengan vaksin ini merupakan langkah pencegahan paling efektif untuk penyakit tersebut. Pencegahan difteri tergabung dalam vaksin DPT. Vaksin ini meliputi Difteri, Tetanus, dan Pertusis atau Batuk Rejan .

” Perlindungan tersebut umumnya dapat melindungi anak terhadap difteri seumur hidupnya. Tetapi vaksinasi ini dapat diberikan kembali pada saat anak memasuki masa remaja atau tepatnya saat berusia 11-18 tahun untuk memaksimalisasi keefektifannya.
Penderita difteri yang sudah sembuh juga disarankan untuk menerima vaksin karena tetap memiliki risiko untuk kembali tertular penyakit yang sama, “beber Kepala Puskesmas.

Kopda Taufan Herdyana sebagai Babinsa mengajak warga binaannya agar waspada dengan penyakit tersebut, kita harus menjaga dan selalu mencintai buah hati kita agar terhindar dari penyakit Difteri ini, karena 1 penyakit bisa menimbulkan dampak besar bagi kita warga masyarakat. (is)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *