Asisten I Buka kegiatan Rakornis TIK dan PID Kabupaten Maybrat

Pendidikan Dan Kesehatan
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MAYBRAT,Honaipapua.com,- Asisten I bidang pemerintahan kabupaten Maybrat, Dra.Yohana Iek, secara resmi buka kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) antara Dinas pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan kampung Rapat bersama Tim inovasi kabupaten (TIK) dan program Inovasi desa (PID), Kumurkek (8/8/2019).

Asisten I Bidang Pemerintahan Dra.Yohana Iek, dalam sambutannya mengatakan,
PID diperlukan salah satunya, yaitu, untuk mengubah hal tersebut yang mana masyarakan dibuat memiliki pengetahuan dan skill hingga mampu mengaplikasikan secara langsung di dunia nyata. Tak sekedar punya pengetahuan dan membuat gagasan kreatif dalam benak belaka.

” PID membuat pendidikan dan pelatihan yang diberikan kepada masyarakat lebih terstruktur dan terarah. Apalagi dengan adanya PID masyarakat dapat lebih memahamai ilmu dan skill yang diperlukan untuk mengolah kekayaan alam yang ada di desa mereka. Masyarakat bisa bergerak lebih massif melalui PID, masyarakat desa bisa mendapatkan pengetahuan yang semula bersifat individual menjadi sebuah ilmu yang dapat disebarluaskan. Dengan begitu, masyarakat diharapkan mampu bergerak lebih massif dengan mempraktekkan ilmu pengetahuan dan pelatihan kemampuan (skill) yang didapatkan, “jelasnya.

Ditambahkan Yohana Iek, tercapainya kesejahteraan masyarakat yang meningkat, seperti yang telah disampaikan sebelumnya bahwa tujuan dilakukannya sebuah inovasi adalah pembaharuan yang bisa membawa kemajuan bagi para pelakunya. Alhasil, diharapkan pun inovasi bisa berakhir dengan mewujudkan kemakmuran.

Akhirnya selepas terus berinovasi dengan giat dan ulet, maka tiba saatnya membahas mengenai kemakmuran. Dengan penghasilan masyarakat desa yang terus melambung, maka kemakmuran bisa saja tercipta dengan terus berputarnya roda perekonomian, “Tutup Yohana Iek.

Selaku ketua panitia pelaksana kegiatan Rapat Koordinasi (Rakornis) Erdia Mnsiren, mengatakan, dengan hadirnya undang-undang Desa Nomor 6 tahun 2014, merupakan pengakuan NKRI terhadap keberadaan pemerintah terkecil di Negara ini, yaitu, Desa/Kampung Adat, yang selama ini dianggap sebagai obyek bukan subyek, dari pemerintahan. Sesuai dengan program Nawacita oleh presiden Joko Widodo, yaitu, membangun Indonesia Itu mulai dari pinggiran kota dengan memperkuat daerah dan desa, dalam kerangka negara kesatuan.

Ditambahkan Eldia Mnsiren, pemerintah kabupaten Maybrat sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah pusat, telah ikut berperan aktif mensukseskan program Nawacita dengan mendorong pemerintah kampung, untuk mengelola dana Desa secara mandiri, dengan harapan pemerintah desa berdaya dari sisi sumber daya manusia (SDM), kelembagaan dan keuangan terutama di bidang, pelaksanaan pemerintahan Desa, pembangunan Desa, pembinaan kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat. (ones)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *