WAKAPOLDA PAPUA PIMPIN SUPERVISI OPS AMAN NUSA II MATOA TAHUN 2020 POLDA PAPUA

Papua
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Jayapura,Honaipapua.com, -Rabu 19 Agustus 2020, bertempat di Aula Mapolresta Jayapura Kota telah dilaksanakan Supervisi Ops Aman Nusa II Matoa Tahun 2020 Polda Papua yang dipimpin oleh Waka Polda Papua Brigjen Pol Drs. Yakobus Marjuki didampingi Kapolresta Jayapura Kota AKBP Gustav R. Urbinas, SH, S.IK, M.Pd.

Kepada media ini via pesan Whatsapp, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Drs Ahmad Musthofa Kamal, SH, menyampaikan,
Peserta yang ikut dalam kegiatan yakni Karo Ops Polda Papua Kombes Pol. Gatot Hari Wibowo SIK. M.AP, Dir Sabhara Polda Papua Kombes Pol Sondang R.D Siagian, S.I.K, Kabid Propam Polda Papua Kombes Pol Fernando Sanches Napitupulu, S.I.K, Kabag Binkar Biro SDM Polda Papua AKBP Tober Hamonangan Sirait, SH, S.I.K, PS. Waka Polresta Jayapura Kota Kompol Heru Hidayanto, S.Sos, PS. Kabag Ops Polresta Jayapura Kota Kompol Nursalam Saka S.Pd. MM, PS. Kabag Sumda Polresta Jayapura Kota Kompol Willem Efraim Lumi, PS. Kasat Intelkam Polresta Jayapura Kota AKP Beddu Rachman, PS. Kasat Lantas Polresta Jayapura Kota AKP Viky Pandu Wida Permana, S.Ik, SH, MH, PS. Kasat Sabhara Polresta Jayapura Kota AKP Septinus Osleky, Kasubag Kerma Biro Ops Polda Papua AKP Wardoyo, KBO Sat Reskrim Polresta Jayapura Kota IPTU Zakaruddin, SH, Paurkes Polresta Jayapura Kota Iptu Azhari.

Dalam kesempatannya Kapolresta Jayapura Kota memaparkan hasil Evaluasi kegiatan Operasi Aman Nusa II Matoa tahun 2020 sebagai berikut, adapun dasar pelaksanan supervisi Operasi Aman Nusa II Matoa 2020 yaitu Undang-undang nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, Maklumat Kapolri nomor : MAK / 2 / III / 2020 tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran Virus corona (Covid 19).

Rencana Operasi Polda Papua nomor : REN OPS / 2 / III / OPS.2./2020 tanggal 19 Maret 2020 tentang percepatan dan antisipasi dampak wabah Virus Corona (covid-19) di wilayah hukum Polda Papua. Rencana Operasi Polresta Jayapura Kota nomor : RENOPS / 2 / III / OPS / 2020 tanggal 21 Maret 2020 tentang percepatan dan antisipasi dampak wabah Virus Corona (Covid-19) di wilayah hukum Polreta Jayapura Kota.

Keputusan Walikota Jayapura nomor : 188.4 / 70 tahun 2020, tanggal 16 Maret 2020 tentang susunan keanggotaan Gugus Tugas Pencepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) tingkat Kota Jayapura. Surat Telegram Kapolda Papua nomor : STI 730 / VIII / REN.2.3. / 2020 tanggal 14 Agustus 2020 tentang pelaksanaan Supervisi Operasi Aman Nusa II Matoa 2020.

Tugas Pokok Kepolisian Resor Kota Jayapura Kota beserta seluruh jajaran dan perkuatanya melaksanakan tugas pokok sebagai pelayan, pelindung dan pengayom masyarakat, disamping tugas penegakan hukum guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif. Polresta Jayapura Kota melaksanakan operasi Kepolisian terpusat dengan sandi “Aman Nusa II Matoa 2020” tentang penanganan Covid 19 percepatan dan antisipasi dampak wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid 19) tahun 2020 di wilayah hukum Polres Kota Jayapura Kota.

Maksud dan tujuan, yaitu, untuk memberikan gambaran kepada pemimpin terkait pelaksanaan Operasi Aman Nusa II Matoa 2020 di wilayah hukum Polresta Jayapura Kota tahap I hingga tahap ke III , dan untuk mengetahui pencapaian target dan sasaran operasi, termasuk hambatan maupun kendalayang di hadapi serta langkah langkah solusi untuk pelaksanaan operasi secara maksimal.

Telah dibuat struktur organisasi Oprasi Aman Nusa II Matoa 2020 Polresta Jayapura Kota dengan melibatkan satgas deteksi, pencegahan, penangan, rehabilitas, Gakkum dan Banops, adapun personil yang dilibatkan sebanyak 65 orang dengan satgas pelaksana sebanyak 53 orang, sarana dan prasarana berupa alat transportasi roda dua dan roda empat serta alat transportasi air berupa kapal j3 long but dan alat komunikasi berupa Ht dan radio, dukungan anggaran operasi menggunakan anggaran kontijensi Polda papua tahun anggaran 2020 tahap 1 sebesar Rp. 393.900.000,-

Jumlah kegiatan masing-masing satgas tahap I periode 15 Maret sampai dengan 17 Agustus 2020 yaitu Satgas II Pencegahan dengan jumlah 76 kegiatan, Satgas III Penanganan 15 kegiatan, Satgas IV Rehabilitasi 5 kegiatan, Satgas V Gakkum 20 kegiatan dan Satgas VI Banops 150 kegiatan, Jumlah kegiatan masing-masing Satgas tahap II periode 18 April sampai dengan 31 Mei 2020 yaitu Satgas II Pencegahan 62 kegiatan, Satgas III Penanganan 20 kegiatan, Satgas IV Rehabilitasi 10 kegiatan, Satgas V Gakkum 15 kegiatan dan Satgas VI Banops sebanyak 140 kegiatan.

Kemudian jumlah kegiatan masing-masing satgas tahap III periode 1 sampai dengan 30 Juni 2020 yaitu Satgas II Pencegahan 65 kegiatan, Satgas III Penanganan 12 kegiatan, Satgas IV Rehabilitasi 9 kegiatan, Satgas V Gakkum 15 kegiatan dan Satgas VI Banops sebanyak 134 kegiatan.

Terkonfitmasi jumlah kasus positif Covid 19 yang masih dirawat di rumah sakit mencapai 983 kasus dengan rincian tiap distrik diantaranya Distrik Jayapura Utara 309, Abepura 292, Jayapura Selatan 285, Heram 72, Muara tami 25 kasus.

Sementara itu, kendala dan hambatan kami yaitu adanya masyarakat yang tidak disiplin dalam mematuhi peraturan pemerintah tentang protokol kesehatan diantaranya tidak menggunakan masker, social distancing, beraktivitas diluar batas waktu yang telah ditentukan oleh pemerintah.

Munculnya penolakan dari masyarakat untuk pemakaman jasad pertama terkonfirmasi covid 19 di Buper Waena pada bulan Maret 2020, Adanya penolakan dari keluarga pasien meninggal dunia yang terkonfirmasi positif yang dimakamkan secara protokol kesehatan hinnga terbatasnya APD bagi personel cofid19 Polresta Jayapura kota dan personil jaga tahanan konfirmasi positif covid 19.

Namun disisi lain, beberapa terobosan yang dilakukan oleh Polresta Jayapura kota yan dinilai berhasil dalam Evaluasi kali ini meliputi kegiatan bersih-bersih Mako Polres dan Polsek jajaran, Bakti sosial oleh Polres dan Polsek bersama warga kota Jayapura pada lingkungan kerja dan lingkungan pemukiman warga serta fasilitas umum lainnya, Penyemprotan disinfektan di wilayah hukum Polresta Jayapura kota, menciptakan lagu tentang sosialisasi protokol kesehatan dengan judul “sa pu cinta dilockdown” yang sempat viral dan berhasil mendapatkan mengapresiasi dari kadiv humas Polri, Pembentukan tim URC covid-19 Polresta Jayapura kota, Penandatanganan MOU Kapolresta Jayapura kota dengan Kodim, RSUD Dok II Jayapura, RSUD Abepura, UP2KP dan Gojek tentang pelayanan pasien covid 19, pendistribusian beras Kapolri kepada masyarakat terdampak pandemi covid 19 sebanyak tiga tahap.

Selaku pegawas penegakan ketertiban dilungkup Internal, Kabid propam Polda Papua mengatakan bahwa akan memastikan tiap Mako melakukan pengecekan suhu dan penertiban masker kepada personil sehingga kita menjadi contoh bagi masyakarat.

Kabag Binkar Biro SDM Polda Papua dalam kesempatannya juga mengatakan, agar seluruh personel mempedomani surat TR nomor 755 tentang prosedur penerapan protokol kesehatan dilingkungan Polri.

Untuk rekrutmen anggota Polri sudah berjalan dan sementara tahap fakta integritas dan akan dibentuk subpanda dengan melibatkan Polres jajaran, untuk itu dengan jumlah calon peserta yang besar agar memastikan terlebih dahulu kesehatan anggota.

Wakapolda Papua dalam kesempatannya mengatakan, kedatangan kami kesini selain melaksanakan supervisi Aman Nusa juga berkaitan dengan arahan Waka Polri dimana Papua merupakan daerah 8 besar dengan perkembangan kasus Covid yang sulit ditangani.

Saya juga akan pastikan dalam menjalankan tugas penangan dan pencegahan covid 19 dapat dilengkapi dengan APD. Kita adalah pendukung kebijakan Presiden, Gubernur dan Kota sesuai dengan tingkatan yaitu Kapolri, Polda dan Polres, tingkat Polres berkordinasi dengan pemerintah Kota.

Pedoman kinerja kita harus legal, pastikan target oprasi dan cara kerja sehingga memperoleh outcome dan output, laksanakan sesuai dengan SOP namun dengan menggunakan trobosan dan membaca peluang.

Dalam commanderwiss Kapolri terkait tindakan kontra produktif harus betul betul diperhatikan dengan baik agar kita tidak kehilangan kepercayaan yang berakibat hilangnya atau memangkas kewenangan Kepolisian kita.

Kemudian menjelang habisnya masa Otsus agar memahami aturan dalam Otsus itu sendiri sehingga kita memiliki pedoman dalam menangani permasalah yang akan muncul menjelang habisnya masa Otsus.

Terkait dengan anggaran untuk Polda menggunakan anggaran kontijensi sedangkan untuk Polres agar menyesuaikan dan berkordinasi dengan Pemerintah tingkat Kota dengan menonjolkan dasar legalitas keamanan. Pada tingkat Polres agar menggunakan dana satuan untuk melengkapi APD dan perlengkapan lainya. (***)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *