WAKAPOLDA PAPUA HADIRI KEGIATAN COFFEE MORNING FORKOPIMDA PROVINSI PAPUA BERSAMA KETUA RW SE-KOTA JAYAPURA

Papua
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Jayapura,Honaipapua.com, -Kamis 6 Agustus 2020, pukul 13.45 Wit bertempat di Room Cendrawasih Swiss-bell Hotel Kota Jayapura telah dilaksanakan kegiatan Coffee Morning Forkopimda Provinsi Papua Bersama Ketua RW Se-kota Jayapura dengan Thema ” Bekerja Bersama Mengendalikan Covid-19 di Kota Jayapura”.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Drs Ahmad Musthofa Kamal, SH menyampaikan, maksud dan Tujuan kegiatan ini adalah dalam rangka memberikan Edukasi dan saling merima saran pendapat antara Pemerintah Provinsi Papua dengan RW Se-Kota Jayapura dalam Pencegahan, Penanganan dan Penanggulangan Penyebaran Covid 19 di Provinsi Papua khususnya di Kota Jayapura mengingat Kota Jayapura adalah tertinggi tingkat penyebaran Covid-19 di Provinsi Papua.

Hadir dalam kegiatan, Wakil Gubernur Provinsi Papua Klemen Tinal, SE,.MM, Wakapolda Papua Brigjen Pol. Drs. Yakobus Marjuki, Pj. Sekda Provinsi Papua Dr. M. Ridwan Rumasukun, SE, MM, Asisten II Bidang Perekonomian dan Kesra Setda Provinsi Papua DR. Drs. M. Musaad, M.Si, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Reky Douglas Ambrauw S.Sos.M.Si, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Provinsi Papua William R. Manderi, S.IP, M.Si, Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua Lukas Cristian Sohilait, ST, M.Si, Kepala Dinas Sosial Kependudukan Catatan Sipil Provinsi Papua Ribka Haluk, Kadis Kominfo Papua, Jery A. Yudianto.

Wakil Gubernur Provinsi Papua Klemen Tinal, SE,.MM dalam kesempatannya mengatakan bahwa, pertama kita panjatkan puji syukur kepada tuhan masih di berikan kesempatan untuk bertemu di tempat ini untuk membahas secara bersama mengenai pemberantasan Covid-19.

Untuk Papua secara umum tingkat penyebaran yang ada di Provinsi Papua lumayan besar dan Kota Jayapura menjadi wilayah terbanyak kasus positif Covid-19.

RW yang bapak ibu pimpin setiap saat penularannya bisa meningkat, buktinya sudah ada 25 orang yang meninggal di Provinsi Papua, sebagai pimpinan untuk memutus mata rantai Covid 19 maka ini bukan hanya tugas Pemerintah dan TNI-Polri saja tetapi semua masyarakat.

Pembatasan yang kita lakukan bukan berarti adalah kita melarang untuk masyarakat bekerja, tetapi ini merupakan wujud kepedulian kita terhadap sesama dalam memutus penyebaran Covid-19.

Masa Inkubasi hanya 14 hari maka dari itu kami meminta agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan dan saya yakin dalam waktu 14 hari kita mengikuti protokol kesehatan maka tingkat penyebaran Covid-19 akan menurun.

Kunci ada di RW sekitar, bukan di pemerintahan apa bila RW bisa mendorong untuk membantu kami saya yakin hari ini tingkat penularan akan segera menurun.

Kota Jayapura adalah wajah Papua dan kita harus bangga menjadi warga Kota Jayapura, jadi Kota Jayapura harus menjadi contoh untuk Kabupaten yang ada di Provinsi Papua.

Rumah Sakit Provita sudah tutup karena perawat hingga dokter pun terjangkit, artinya ini fakta bahwa Covid-19 ada di tengah kita.

Pola pikir kita atau mindset kita yang di rubah yaitu mengikuti standar keamanan pencegahan penularan Covid-19 melalui mekanisme yang sudah kita atur.

Tugas Pemuda anti corona yang kita ambil di RT dan RW untuk menyampaikan kepada masyarakat yang berada di daerah tempat tinggal mereka.

RW adalah pemimpin di wilayahnya masing-masing jadi kita harus biasakan dengan tindakan-tindakan yang baik untuk mendisiplinkan masyarakat kalau tidak bisa akan di lakukan melalui jalur hukum.

Agar di pahami oleh RT dan RW ini adalah inisiatif diri kita, warga masyarakat yang baik jangan mau kalah dengan orang-orang yang melakukan tindakan salah apa bila mereka yang berjualan minuman keras melakukan perlawanan segera di laporkan maka akan di lakukan tindakan hukum oleh Kepolisan.

Warga masyarakat yang mau melaporkan kepada pihak kepolisian juga harus memperlihatkan bukti sehingga Kepolisian bisa dengan mudah melakukan penangkapan dan penahanan.

Usulan untuk alat pengukur suhu tubuh akan kita tindaklanjuti dan stok yang ada akan kita serahkan semua ke RT dan RW.

Wakapolda Papua Brigjen Pol. Drs. Yakobus Marjuki dalam kesempatannya mengatakan bahwa semua negara disibukkan dengan penanganan Covid-19 maka dari itu kuncinya adalah kita harus berani untuk melawan Covid-19, Papua saat ini memang yang terpapar covid-19 sangat tinggi namun tingkat kematian sangat rendah sehingga ini menjadi keberhasilan untuk Provinsi Papua.

Ini adalah jawaban bagi kita semua karena telah membentuk RW tangguh sehingga ini adalah inovasi yang sangat bagus dari pemerintah Provinsi Papua
sebagai negara dan bangsa yang bermartabat adalah kendala kita jadikan peluang sebagai bentuk Pemuda Anti Corona.

Kuncinya adalah protokol kesehatan harus kita patuhi dan pencanangan RW tangguh harus kita lombakan.

Kami dari Polda Papua sangat mendukung kebijakan dari pemerintah Provinsi Papua dan menyangkut dengan peredaran minuman keras akan kami tindak tegas bagi yang tidak mempunyai surat ijin namun bagi yang mempunyai ijin harus kita patuhi dan hormati karena pemerintah daerah mempunyai perda tersendiri.

Tolong bagi warga masyarakat agar selalu mematuhi protokol kesehatan terutama bagi warga yang sudah di lakukan Swab.

Kita harus akui bahwa kita masih banyak kekurangan dalam menangani covid-19 ini, saya ingatkan apabila berkumpul agar tetap memakai masker agar tidak menjadi cluster penyebaran Covid-19 yang baru.

Program kita saat ini kami mempunyai 2 dapur umum yang brada di Polda Papua dan di Brimob sehingga apabila terdapat warga masyarakat yang terdampak covid-19 agar menghubungi sehingga tidak ada masyarakat kita yang kelaparan akibat terdampak covid-19

Untuk menangani masalah miras, orang mabuk dan Aibon Kapolda sudah perintahkan untuk melakukan tindakan tegas kepada pelaku penjualan minuman keras ilegal, kita punya Samapta yang mempunyai tugas untuk mengangkut orang-orang mabuk yang melakukan tindakan kriminal dan saya meminta agar masyarakat membantu kami untuk melaporkan kepada kami.

Kita sangat bangga karena saat ini sudah terbentuk satgas pemuda anti corona sehingga ini menjadi garda terdepan dalam penanganan covid -19 di tingkat Distrik dan kelurahan. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *