Prof. Hermawan Sulistiyo, PhD : Sentuhlah Papua Dengan Kasih Sayang Karena Mereka Bagian Dari Indonesia

Papua
Bagikan berita ini
  • 2
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    2
    Shares

TIMIKA, Honaipapua.com,- Sambutan hangat dari warga masyarakat kampung Tipuka Distrik Mimika Timur terhadap Tim dari Binmas Noken Polri tampaknya membawa kesan tersendiri bagi Prof. Hermawan Sulistiyo, PhD atau yang biasa disapa Kiki, yang ikut tergabung dalam Tim Binmas Noken yang mengunjungi Kampung Tipuka di Kabupaten Mimika, Minggu (12/08/18).

Kehadiran Tim Binmas Noken Polri di sambut menggunakan tarian dan upacara adat dari warga masyarakat kampung Tipuka terhadap tim Binmas Noken Polri menunjukan bahwa mereka bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kesan tersendiri dirasakan oleh Prof. Hermawan Sulistiyo, PhD yang melihat langsung antusias warga dalam acara kegiatan yang dilakukan oleh Binmas Noken Polri di kampung mereka. Prof. Hermawan Sulistiyo, PhD mengatakan bahwa dari antusias warga ini dapat menunjukan bahwa mereka adalah bagian dari NKRI namun mungkin kurangnya perhatian kemanusiaan terhadap mereka.

“Kalau melihat respon sambutan dari masyarakat seperti ini, ada jarak kultural dan komunikasi saja padahal mereka adalah bagian dari Indonesia hanya mungkin kurang sentuhan kemanusiaan terhadap mereka selama ini,” tutur Prof. Hermawan.

Prof. Hermawan juga mengajak kepada semua warga negara Indonesia yang mempunyai hati untuk membangun Papua agar datang ke Papua membawa senyum dan hati untuk Warga Papua karena mereka adalah bagian dari Indonesia.

Dalam acara tersebut juga, Tim Binmas Noken Polri dipersilahkan untuk mencicipi makanan khas warga kampung Tipuka yaitu ulat Pohon Sagu dan Tambelo dalam Bahasa asli Mimika, kegiatan mencicipi ulat pohon ini sebagai bentuk rasa ucapan syukur atas anugerah Tuhan yang diberikan melalui sumber daya alam yang melimpah di Papua. (tmk/***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *