Oknum Anggota Kodim Yapen Tikam Pelaku Pengrusakan Rumah

Papua
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kabupaten Yapen, Honaipapua,- Rumah oknum anggota TNI Kodim 1709/YAWA yang berinisial FR, yang beralamat di kampung Anatorei, Distrik Anatorei, Kabupaten Yapen telah di rusak oleh sekelompok orang.

Melalui Press Reserse Humas Kapendam bahwa, kejadian ini dipicu akibat terjadinya keributan sang istri dari FR oknum anggota Kodim, dengan seorang warga berinisial YB yang terjadi Senin lalu (21/05) malam.

Setelah aksi keributan selesai YB merasa tidak terima dan memanggil beberapa rekannya, kemudian melakukan pengrusakan pada rumah FR oknum anggota TNI tersebut.

Sementara terjadinya keributan dan pengrusakan tersebut, FR tidak berada di rumah karena sedang bertugas di Kodim 1709/YAWA.

Setelah kejadian pengrusakan terjadi pada pukul 01.20 wit. Oknum TNI FR pulang dinas, dan setelah tiba di rumah, dirinya terkejut dengan melihat kondisi rumah yang sudah hancur.

Akiibatnya FR pun emosi, ditambah dengan penjelasan sang istri yang membuat FR naik pintah, hingga melakukan pencarian terhadap YB warga kampung Antorei Yapen.

Oknmu TNI FR langsung mencari YB, dan saat di temukan FR disalah satu tempat, tanpa banyak tanya dan langsung menikam YB yang merupakan pelaku pengrusakan rumahnya tepat di bagian dada.

Usai kejadian itu warga sekitar langsung melarikan YB kerumah sakit Kabupaten Yapen, namun sayangnya setelah tiba di rumah sakit, sekitar pukul 01,40 wit dini hari, YB sudah meninggal dunia, karena mengalami luka tusuk tepat pada bagian dada kiri.

Sementara untuk meredam situasi tersebut, agar tidak terjadinya konflik yang lebih luas, pada tanggal 21 Mei sekira pukul 07.30 Dandim 1709/Yapen, Wakapolres, Majelis Gereja, perwakilan keluarga dan Tokoh adat Yapen Barat beserta masyarakat sekitar, melaksanakan pertemuan di rumah duka, dengan kesepakatan
untuk menyerahkan kasus tersebut melalui jalur hukum, bawasanya selain proses hukum, pihak adat akan membuat acara adat, dengan dilakukan pembayaran adat kepala untuk di berikan kepada sang istri YB dan 3 orang anaknya yang masih status pelajar.

Dan sebagai ungkapan duka yang mendalam personel Kodim yang dipimpin oleh Dandim 1709/YAWA, turut melayat ke rumah duka dan melakukan penguatan doa selama lima hari, serta melakukan pengecoran makam dan biaya formalin untuk meringankan beban keluarga korban.

Sementara FR oknum anggota kodim, sedang menjalani pemeriksaan di Makodim 1709/YAWA, beserta barang bukti sebuah sangkur. Prosesnya akan ditindaklanjuti oleh Denpom Biak untuk segera diproses melalui Pengadilan Militer guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. (tmk/hmspendam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *