KECERIAAN SISWA-SISWI SD INPRES SINAK SAAT DIAJARKAN PBB OLEH ANGGOTA RAIDER 500/SIKATAN

Papua
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Puncak Jaya,Honaipapua.com, -Raut wajah gembira serta ucapan terima kasih tulus disampaikan anak-anak SD Inpres Sinak kepada para anggota Satgas Pam Rahwan Yonif Raider 500/Sikatan yang telah membantu mengajarkan latihan PBB (Peraturan Baris-Berbaris) dengan menyenangkan.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pam Rahwan Danyonif R 500/Sikatan, Letkol Inf Yoki Malinton S.H. Tr(Han) dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Puncak Jaya, Papua, Sabtu (16/12/2020).

Dikatakan Dansatgas, aksi kegiatan mengajar materi PBB oleh empat Personel Pos Sinak yang dipimpin Letda Inf Sena Nurjabbar di SD Inpres Sinak yang berada di Kampung Gigobak, Distrik Sinak atas permintaan dari Kepala Sekolah.

“Sebelumnya Kepala Sekolah meminta bantuan kepada Pos Sinak untuk mengajarkan materi PBB kepada murid-muridnya agar dapat melatih kedisiplinan dan memberikan motivasi belajar,” ucap Yoki.

“Selain itu juga, diharapkan dapat membentuk rasa kepedulian dan cinta terhadap tanah air dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika,” imbuhnya.

Saat anggota Pos Sinak tiba di SD Inpres Sinak, Kepala Sekolah serta murid-murid antusis dan menyambut dengan sangat baik sekali.

Tambah Dansatgas bahwa menurut Kepala Sekolah belum pernah ada dari TNI yang mengajar di sekolah ini. Dan dengan kegiatan tersebut dapat menjalin hubungan baik dengan guru, serta orang tua murid dan masyarakat Desa Gigobak, Distrik Sinak selama pelaksanaan tugas kedepannya.

Tidak lupa pada kegiatan tersebut, personel Pos Sinak juga berkesempatan meberikan edukasi tentang cinta tanah air.

Kepala sekolah, Obet Kogoya sangat berterima kasih kepada Dan Pos Sinak modern, Letda Inf Sena Nurjabbar beserta anggotanya Raider 500/Sikatan, yang sudah membantu mengajar Kedisiplinan dan Cinta Tanah Air.

“Saya mewakili SD Inpres Sinak mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran bapak TNI, dikarenakan guru di sekolah kami sangat terbatas untuk mengajar,” ucapnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *