Kampung Tunas Matoa Fokus Program Lanjutan, Dan Pemberdayaan

Papua
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Timika, Honaipapua.com,- kampung Tunas Matoa menggelar Musyawarah Kampung untuk menyusunan Rencana Kerja Pemerintah Kampung (RKPK) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kampung (APBK) tahun anggaran 2018 yang berlangsung di kantor kampung Tunas Matoa, Distrik Kwamki Narama, Senin (29/5).

Hadir dalam pertemuan tersebut, Sekdis Kwamki Narama Norbertus Yamrewav, Kepala kampung Tunas Matoa Max E Yikwa, Anggota Komisi B DPRD Mimika Nus Jikwa dan Ketua-ketua RT.

Kepala Kampung Tunas Matoa Max E Yikwa, mengatakan, Saat ini kampung Tunas Matoa Fokus pada program fisik lanjutan seperti pembangunan jalan dan jembatan yang menjadi kebutuhan dari warga menuju ke lokasi perkebunan.

“Kita kalau fisik itu lanjutan karena tahun kemarin sudah dibangun jalan tinggal ditambah jalannya,” kata Kepala kampung Tunas Matoa Max E Yikwa saat ditemui wartawan di kantor kampung Tunas Matoa di Nile Yale Distrik Kwamki Narama.

Selain itu disisi lain program pemberdayaan masyarakat lebih difokuskan pada pemberian bibit untuk peternakan, pemberian bibit pinang, adanya pelatihan kepada para pemuda, pelatihan bagi ibu PKK, serta pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat yang berada di kampung matoa.

“Kalau untuk pemberdayaan masyarakat itu kami lebih fokus pada pelatihan bagi pemuda dan ibu-ibu serta pemeriksaan kesehatan,” kata Max.

Ia mengungkapkan, total anggaran yang dikelola oleh kampung Tunas Matoa diperkirakan mencapai 1 miliar lebih yang bersumber dari tiga aliran dana diantara DD, ADD, dan Stimulan.

Sementara itu Penjabat sementara (Pjs) Distrik Kwamki Narama Norbertus Yamrewav meminta agar program yang dilaksanakan sesuai dengan hasil musyawarah kampung dan APBK yang diketahui bersumber dari 3 sumber. Diantaranya, Dana Desa (DD), Alokasi Dana Desa (ADS), dan dana Ombas atau sana stimulan.

“Jadi saran saya kalau bisa program yang dijalankan sesuai dengan apa yang ditetapkan dalam musyawarah kampung sehingga pemanfaatan itu betul-betul dirasakan oleh masyarakat,” kata Norbertus.

Sementara itu Anggota Komisi B DPRD Mimika Nus Jikwa, ketika ditemui mengatakan, musyawarah yang dilakukan merupakan hal yang baik. Sebab peran serta dari aparatur kampung dan masyarakat bisa merumuskan program bisa silaksanakan dan bisa bermanfaat bagi masyarakat.

“Yang akan membangun kampung itu bukan dari orang lain, tapi dari kepala kampung aparatur kampung dan masyarakat itu sendiri, jadi apa yang diusulkan kalau bisa dilaksanakan supaya bisa bermanfaat bagi masyarakat,”ungkap Jikwa Anggita DPRD Mimika.

Ia menjelaskan, tiap-tiap RT harus mengusulkan apa yang menjadi program yang dilaksanakan ditahun ini seperti jalan dan sebagai, hanya saja program yang diusulkan apabila besar sebaiknya diusulkan kepada pihak DPRD untuk dianggarkan.

“Sedangkan kalau ada program fisik yang memakan anggaran lebih besar disampaikan kepada DPRD dalam sehingga bisa diakomodir didalam APBD,” jelasnya.

Musyawarah yang dilakukan diikuti oleh sebanyak empat RT didalam lingkup kampung Tunas Matoa. (tmk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *