Dua Anggota Satgaspam XVI Tembak KKB Saat Menuju Kampung Tingginambut Puncak Jaya

Papua
Bagikan berita ini
  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    3
    Shares

PUNCAK JAYA,Honaipapua.com-,Dua orang Anggota Satgas Pengamanan Daerah Rawan (Satgas Pamrawan) XVI Leda Inf Amran Blegur (Danpos) dan Pratu Fredi (Anggota), meninggal dunia saat hendak membawa bahan makanan kepadam warga di kampung Tingginambut, Minggu (19/8).

Sebelumnya Korban Letda Inf Amran Blegur bersama anggota Pos Satgas Pamrahwan Tingginambut merencanakan untuk memberi sumbangan bahan makanan kepada anak-anak usia sekolah yang berada di Kampung Tingginambut.Kegiatan ini sebagai bentuk rasa syukur para prajurit dalam memperingati HUT RI ke 73,Selain itu pemberian bahan makanan ini bertujuan untuk memotivasi anak-anak usia sekolah di Kampung Tingginambut agar semakin giat dalam menuntut ilmu.

Kemudian Korban Letda Inf Amran Blegur didampingi Korban Pratu Fredy bergerak menuju kampung Tingginambut, yang berjarak kurang lebih 1 Km dari Pos Pamrahwn dengan membawa bahan makanan.

Namun p ada pukul 14.00 WIT, Koramil Tingginambut mendapat informasi masyarakat tentang adanya penghadangan terhadap anggota TNI di Jembatan Tingginambut.Mendengar informasi warga Anggota Pos Koramil serta Anggota Pos Satgas Pamrahwan Tingginambuan bergerak menuju TKP di jembatan Tingginambut.

Namun setelah Anggota Pamrahwan tiba di lokasih,ditemukan dua jenazah yang tergeletak di kintal rumah kayu jembatan tingginambut dengan tubuh dipenuhi anak panah yang tertancap di tibuh serta adanya luka tembak.

Jenazah Letda Amran Blegur (Danpos) dan Pratu Hery (anggota) sekitar pukul 17.15 wit,kemudian berhasil dievakuasi ke RSUD Mulia, untuk dilakukan visum oleh Tim Dokter RSUD Mulia. Evakuasi dilakukan dengan menggunakan dua buah mobil ambulance.

Atas insiden tersebut Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI George E.Supit, melalui siaran pers Kodam telah memerintahkan jajaran Kodam XVII/Cenderawasih untuk meningkatkan kewaspadaan di setiap pos dan melakukan tindakan pengejaran terhadap Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata TPNPB/OPM yang berbasis di hutan pedalaman Papua.

“Secara umum situasi wilayah Papua tetap kondusif, insiden tadi terjadi di wilayah yang cukup jauh dari pusat kegiatan masyarakat. Tidak terlalu berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat Papua. Sangat disayangkan kelompok itu melakukan aksi di hari Minggu, hari yang kudus bagi masyarakat Papua yang sebagian besar umat Kriatiani”, ucap Mayjen TNI George E.Supit.

Pangdam menambahkan bawah sekelompom warga yang melakuka tindakn pembunuhan itu,sangat jelas tidak menghargai suadar-saudara mereka sendiri.

“Mereka tidak menghargai saudara-saudaranya sendiri. Jelas kelompok itu bukan representasi orang Papua”, tambah Pangdam.

Atas insiden itu,Kodam XVII/Cenderawasih mengutuk keras tindakan teror yang dilakukan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata TPNPB/OPM yang bertujuan menimbulkan ketakutan masyarakat di wilayah Papua. Terlebih teror tersebut dilakukan terhadap personel TNI yang sedang melakukan pengamanan di wilayah Papua melalui pendekatan kemanusiaan kepada masyarakat Papua.
Tindakan teror yang dilakukan TPNPB/OPM jelas merupakan tindakan makar terhadap pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia

Namun Kodam XVII/Cenderawasih tetap selalu mengedepankan upaya persuasif untuk mengajak anggota TPNPB/OPM untuk meletakkan dan menyerahkan senjata kepada pihak keamanan dan menghindari terjadinya konflik senjata demi tercapainya kedamaian di tanah Papua. (tmk/***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *