Diduga Kantor Pendidikan Dasar di Rusak Guru Honor

Papua
Bagikan berita ini
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share

Timika,Honaipapua.com,- Ratusan guru-guru honorer kembali lakukan aksi mereka di kantor Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan Kabupaten Mimika, lantaran kecewa dengan belum di bayarkan uang insentif oleh kepala Dinas Pendidikan Dasar.

Guru-guru honorer ini melampiaskan emosi dengan mengobrak abrik seisi ruangan kantor dinas pendidikan dasar pada Jumat, (22/6)

Lantaran kecewa dengan belum juga di bayarakan uang insentif selama satu tahun enam bulan, ratusan guru-guru honorer tingkat sekolah dasar se kabupaten Mimika diduga melakukan aksi pengursakan kantor dinas pendidikan dasar kabupaten Mimika.

Diduga, ratusan guru-guru honorer ini melakukan aksi mereka dengan mengobrak akbrik seisi kantor bahkan merusak seluruh fasilitas di dalam kantor pendidikan dasar dan kebudayaan kabupaten mimika.

Sebelumnya ratusan guru-guru honorer ini awalnya mendatanggi kantor dinas pendidikan dasar dan kebudayaan,guna mempertanyakan kepastian pembayaran uang tunjangan insentif yang telah di janjikan kepala dinas pendidikan dasar,  Yeni Usmani untuk di bayarkan.

Namun sayangnya setelah tiba di kantor dinas pendidikan dasar kepala dinas,  Yeni Usmani tidak berada di tempat, akibatnya ratusan guru-guru honorer tingkat sekolah dasar sekabupaten Mimika ini kecewa dan melakukan tindakan pengrusakan kantor dinas pendidikan dasar dan kebudayaan di sentra pemerintahan sp3, Jalan Cenderawasih.

Akibat tindakan itu, aparat kepolisian yang tiba di lokasi, langsung melakukan tindakan dengan menggiring beberapa guru honorer kekantor polres mimika untuk di mintai keterangan terkait aksi mereka.

Sementara menurut anggota DPRD Mimika Komisi C, Yohanis Wantik,vyang juga merupakan ketua fraksi Partai Hanura mengatakan, uang tunjangan insentif guru honorer telah di tetapkan dalam pos dana Bantuan Operasional Daerah (BOPDS) yang telah di tetapkan dalam pembahasan anggaran tahun 2018 dalam sidang Paripurna dan harusnya telah di bayarakan kepada para guru honorer di tahun ini.

“Uang tunjangan insentif itu sudah di tetapkan anggota DPR pada anggaran 2018, dan harusnya di bayarakan, ” kata Yohanis Wantik.

Namun uang tunjangan insentif yang telah di tetapkan 35 anggota DPRD Mimika dalam pembahasan anggaran tahun 2018 itu, sampai sekrang tidak di cairkan oleh kepala dinas pendidikan dasar. Maka hal itu menjadi pertanyaan terhadap para Anggota DPRD Mimka.

“Kami heran ada apa sebenarnya sampai kepala dinas tidak bayar, inikan membuat timbul pertanyaan, bagi kami DPRD harus tetap di bayar oleh kepala dinas ini hak mereka, “jelas Wantik.

Pembayaran insentif guru honorer di kabupaten Mimika di bayar per 6 bulan satu semester dan anggaran di bayar perorang sesuai jarak atau tempat tugas guru tersebut. (tmk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *