Dandim 1702 Tidak Ada Kompromi KKSB Minta Merdeka

Papua
Bagikan berita ini
  • 8
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    8
    Shares

Nduga, Honaipapua.com,- Dalam pertemuan tersebut Bupati Nduga Yarius Gwijangge S.Sos, M.Si. memberikan penjelasan bahwa, Bupati telah berkomunikasi dengan pihak KKSB,namun permintaan mereka bukan uang atau makanan akan tetapi meminta Papua Merdeka.

“Saya telah berkomunikasi dengan mereka kelompom itu,namun mereka tidak meinta uang atau apa,hanya minta merdeka,”kata Bupati

Kelompok separatis Beraenjata yang sekarang berada di Kabupaten Nduga dan melakukan aksi penyerangan,merupakan kelompok Gabungan dari Timika, Lani jaya, Puncak Jaya dan Nduga. Kelompok tersebut yang pernam melakukan aksi-aksi teror penembakan di Arela PT Freeport indonesia.

Bupati Nduga juga menyampaikan, untuk pelaksanaan Pilkada Gubernur di Wilayah Nduga sangat berbeda dari pada Daerah lain dan walaupun adanya insiden penembakan oleh kelompok tersebut, pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur tetap berjalan.

“Ini sangat berbeda dengan daerah lain pilkadanya,”tambah Bupati.

Dan terkait itu, maka Hasil suara dari kabupaten Nduga, nantinya akan di sampaikan ke Provinsi setelah diketahui siapa yang unggul.

“Artinya hasil suara Pemilu dari Nduga menyatu untuk diberikan kesalahsatu calon. Tujuannya supaya siapa nanti yang menjabat menjadi Gubernur memperhatikan pembangunan di Wilayah Kabupaten Nduga. Itu sudah sering dilakukan karena mengikuti adat istiadat yang berlaku di Wilayah Kabupaten Nduga, “Ujar Gwijangge dalam pertemuan itu.

Dandim 1702/Jayawijaya Letkol. Inf. Lukas Sadipun, menanggapi pernyataan Bupati Nduga bahwa, Permintaan KKSB yang meminta merdeka pisah dari NKRI, Dandim menyampaikan, tidak akan ada kompromi untuk NKRI ini. TNI akan menindak tegas KKSB tersebut.

“Intinya tidak ada Kompromi Oleh Kelompok itu, dan kami TNI/POLRI akan melakukan tindakan tegas,” jelas Dandim 1792/Jayawijaya.

Dan Untuk pelaksanaan Pemilukada di Nduga tetap dilaksanakan karena tidak ada alasan menurut undang-undang Pemilu tidak dilaksanakan. Terkait hasil suara mau diberikan kesalahsatu calon tertentu itu bukan urusan kami sebagai pihak keamanan Tugas kami yaitu harus mengamankan dan mensukseskan pemilu secara demokratis sesuai aturan yang berlaku.

” Pokoknya tidak ada alasan Pemilukada tetap harus di laksanakan,terkait suara mau di berikan salah satu paslon Guberbur itu bukan hak kami TNI/POLRI, intinya kami hanya mengamankan dan mensukseskan agar Pemilukada tetap dilaksanakn apapun alasnya”tambah Dandim.

Untuk itu rencana besok akan dilakukan pemungutan suara atau atau pencoblosan yang akan di pusatkan di Kota Kenyam.

Usai pertemuan, Bupati didampingi Danrem dan Dandim meninjau perkantoran dan situasi Masyarakat. Dan saat ini sebagian masyarakat khususnya warga pendatang masih mengungsi di Koramil dan Polsek Nduga, akibat teror penembakan yang dilakukan beberpa hari berturut-turut oleh kelompok yang dinyatakan masih bersebrangan dengan NKRI itu.

Pada waktu yang sama Danrem 172/PWY Kolonel Inf Binsar Sianipar juga memberikan arahan kepada aparat gabungan TNI/POLRI yang bertugas di Kabupaten Nduga untuk selalu waspada dan bisa mengambil tindakan jika situasi dalam keadaan darurat.

Dan pada pelaksanaan pencoblosan yang akan dilaksanakn besok di harapkan agar anggota TNI selalu berkoordinasi dengan dengan baik anggota POLRI untuk mengamankan pelaksanaan pencoblosan Pilgub. (tmk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *