Warga Mimika Bakar 1000 lilin Untuk Korban di Surabaya

Papua
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Timika, Fajarpapua.co- Untuk yang kesekian kalinnya dengan moment yang berbeda ratusan warga Mimika kembali melakukan aksi pembakaran 1000 lilin di bundaran Timika Indah, Senin (14/5) malam.

Giat 1000 lilin ini merupakan bentuk simpati dan keprihatinan terhadap masyarakat yang menjadi korban aksi-aksi radikalisme dan terorisme, yang terjadi di Surabaya pada Minggu (13/5).

Dari pantauan Fajarpapua.co dilapangan, giat pembakaran 1000 lilin ini merupakan kelanjutan dari hari pertama Minggu (13/5). Sebelum melakukan aksi pembakaran 1000 lilin, terlebih dahulu dilakukan dengan doa bersama, yang kemudian diikuti dengan nyanyian lagu-lagu Kebangsaan.

Selain giat pembakaran 1000 lilin, warga juga dibagikan bendera Merah Putih. Giat bakar lilin ini bukan cuma orang-orang dewasa, tapi anak-anak pun turut serta.

Dari giat pembakaran 1000 lilin tersebut, Harum salah satu pelajar Mimika memberikan beberapa seruan terkait aksi terorisme, yakni meminta kepada pemerintah dan pihak keamanan untuk menindak keras terhadap pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab untuk memecah belah persatuan bangsa, meminta kepada pemerintah dan aparat keamanan untuk segera mengusut tuntas dan menghukum kelompok teroris beserta jaringannya, tidak boleh mengomentari isu ini secara berlebihan dan tidak menggoreng isu ini sebagai komunitas politik, tidak gunakan medsos untuk menyebarkan dan menyerang kebencian dan wacana-wacana yang bisa semakin mengkeruh suasana, mendesak kepada DPR RI dan pemerintah untuk segera mempercepat dan menyelesaikan rancangan UU anti terorisme sebagai payung hukum untuk mengatasi keberulangan peristiwa ini dimasa yang akan datang.

Selain Harum, ada beberapa pemuda juga menyatakan pernyataan sikap melalui orasi dengan menyampaikan bahwa, dengan dibakarnya 1000 lilin di tugu perdamaian ini sebagai bentuk melawan terorisme dan aksi bakar 1000 lilin ini sebagai wujud belasungkawa.

“Kami tuntut keras teroris dan menyatakan dengan keras melawan terorisme yang menghancurkan negara ini. Kami juga menyatakan bahwa tidak ada satupun teroris masuk di tanah Amungsa ini. Maka kita sebagai warga Mimika melawan aksi terorisme, karena aksi terorisme hanya menghambat perkembangan pembangunan di Negara Indonesia serta mengganggu keamanan,” ungkap beberapa pemuda.

Giat pembakaran 1000 lilin ini berjalan aman dan tertib dengan dikawal langsung oleh pihak keamanan Polres Mimika.aksi 1000 lilin ini berlangsung sejak pukul.19.00.WIT hingga selesai pada pukul.22.00.WIT. (tmk/del)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *