Yosep Titirlolobi,SH: Ayolah Ketua MRPB, Masa Sudah 5 Bulan LP Anda Terhadap LBH Gerimis Jalan Ditempat, Ke Jakarta Cepat,  Tapi Beri Keterangan Kepolisi Lambat

Papua Barat
Bagikan berita ini

SORONG,Honaipapua.com, -Ketua Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, Yosep Titirlolobi.SH, dalam rilisnya Senin (8/8) kepada media ini mengatakan, Ketua Majelis Rakyat Papua Barat telah melaporkannya 4 bulan yang lalu tetapi begitu di Panggil polisi berdasarkan Laporan Polisi untuk dimintai keterangannya, Ketua MRPB selalu mangkir dengan alasan yang tidak Jelas.

Dikatakan Yosep, seharusnya Ketua MRPB itu jentelmen untuk datang menghadiri panggilan Polisi untuk didengar Keterangannya sesuai laporan polisi mereka, bukan dengan alasan harus polisi memeriksa Direktur LBH Gerimis dulu baru Pelapor, kira-kira aturan dari mana yang dia ketua MRPB pakai.

Seharusnya menurut Yosep, laporan Polisi yang dilakukan oleh Ketua MRPB terhadap Direktur LBH Gerimis sebagai Kuasa Hukum YT dan FB, laporan polisi tersebut adalah bentuknya formal atau implementasi dari bunyi Pasal 1 ayat 24 UU No.8 Tahun1981 tentang Kitab UU Hukum Pidana yang sudah tentu menjelaskan bahwa laporan polisi adalah pemberitahuan yang disampaikan oleh seseorang karena hak atau kewajiban.

Untuk itu, kami Lembaga Bantuan Hukum Gerakan Papua Optimis menantang Ketua MRPB untuk berani memberikan keterangan di kepolisian yang dimaksud dengan dugaan fitnah itu dan bukti-bukti harus dipersiapkan.

“Nanti masyarakat bisa menilai bahwa Ketua MRPB itu membuat Laporan Polisi itu cuman panas -panas tahi ayam, saat dimintai keterangan tidak mau datang memberikan keterangan ke Polisi, tetapi di media diberitakan seperti Laporan Polisi yang dibuat Ketua MRPB itu seperti Wow Begitu.”terang Yosep.

” Ada dugaan bahwa Ketua MRPB tidak memiliki bukti dan saksi untuk membenarkan Laporan Polisinya, mengingat sudah memasuki 5 bulan LP tersebut berjalan ditempat, “beber Yosep.

Lanjut Yosep, seharusnya Kuasa Hukumnya harus memberikan nasehat hukum yang benar terhadap kliennya, dan harus memikirkan dampak yang ditanggung oleh kliennya bilamana ada laporan balik dari kami, tentunya yang dirugikan sudah pasti saudara Ketua MRPB sendiri bukan para pengacaranya, ujar Yosep sambil tertawa.

Disebutkan Yosep, bahwa pada dasarnya, Pengacara atau advokat merupakan penegak hukum yang membantu, menyarankan, dan memberikan bantuan hukum melalui nasehat atau secara langsung membela orang yang memiliki perkara baik didalam atau diluar pengadilan.

Hal tersebut, tambah Yosep, berdasarkan Undang-undang Advokat Pasal 16 No.18 Tahun 2003 tentang advokat telah di jelaskan bahwa advokat atau pengacara memiliki hak imunitas dan kekebalan hukum dan tidak bisa dituntut, baik secara pidana maupun perdata dalam menjalankan tugas profesinya dalam membela kepentingan kliennya, ungkap Yosep.

“Artinya berdasarkan kuasa yang diberikan oleh YI dan FB maka kekebalan dan imunitas itu melekat dan mengikat dan sudah tentu apa yang disampaikan di media oleh kami dalam mengkritik Ketua MRPB sudah melalui kajian yang matang berdasarkan data dan bukti,” tambah Yosep lagi. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.