Tingkatkan Pengawasan Partisipatif Masyarakat, Bawaslu Libatkan Seluruh Komunitas Masyarakat

Papua Barat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana,Honaipapua.com – Untuk meningkatkan partisipasi pengawasan secara mandiri oleh seluruh masyarakat, maka Bawaslu Kaimana menggelar sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif yang dilaksanakan di meeting Room Kaimana Beach Hotel (KBH), Rabu (11/3).

Hadir dalam kesempatan ini, seluruh komponen masyarakat, tokoh adat, tokoh masyarakat,suku asli Kaimana, suku-suku nusantara, utusan pemilih pemula dari beberapa sekolah menengah atas yang ada di Kaimana. Hadir juga dalam kegiatan ini, Divisi Pengawasan, Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Provinsi Papua Barat, Ibnu Mas’ud, S.Sos.

Ketua panitia penyelenggara, Rusli Furuada mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai sarana pembelajaran politik yang baik bagi masyarakat.

“ Sehingga kami berharap agar masyarakat Kaimana dapat ikut berperan aktif dalam mengawasi setiap proses tahapan pemilu. Bawaslu sebagai lembaga yang mempunyai mandat untuk mengawasi proses Pemilu, membutuhkan dukungan banyak pihak dalam aktifitas pengawasan, salah satunya adalah dengan mengajak segenap kelompok masyarakat untuk terlibat dalam partisipasi pengawasan tahapan pemilu,” ungkapnya.

Ketua Bawaslu Kabupaten Kaimana dalam arahannya menegaskan baha, partisipasi masyarakatddalam pemilu sangat diharapkan, sehingga dari sana cita-cita pelaksanaan pemilu yang jujur, adil, bersih dan bermartabat ddapat tercapai.

“ Keterlibatan masyarakat dalam pengawalan suara. Tidak sekedar datang dan memilih. Tetapi juga melakukan pengawasan atas potensi adanya kecurangan dan melaporkannya kepada Bawaslu, sebagai lembaga yang bertugas mengawasi proses Pemilu,” ungkapnya.

Transfer pengetahuan tentang pemilu dan pengawasan pemilu ini, diharapkan mampu diterima dan menunjang pengawasan partisipatif dari masyarakat.

“ Salah satu misi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) adalah mendorong pengawasan partisipatif berbasis masyarakat sipil. Pelibatan masyarakat dalam pengawasan Pemilu harus terlebih dulu melalui proses Sosialisasi dan Transfer Pengetahuan dan Keterampilan pengawasan Pemilu dari pengawas Pemilu kepada masyarakat. Bagi pengawas Pemilu (Bawaslu), kehadiran pengawasan masyarakat yang massif secara psikologi akan mengawal dan mengingatkan pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk senantiasa berhati-hati, jujur dan adil dalam melaksanakan tugas-tugas Pengawasan,” ungkapnya. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *