Taman Kota Miliki Sejuta Potensi Pendapatan untuk Daerah

Papua Barat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana,Honaipapua.com, -Setelah selesai dikerjakan beberapa waktu yang lalu, sampai saat ini, taman kota Kaimana belum dioptimalkan dengan baik. Padahal, taman kota ini memiliki sejuta potensi pendapatan untuk daerah (PAD) walaupun hanya dengan retribusi. Pasalnya, taman kota yang memiliki areal yang cukup besar ini bisa dimanfaatkan untuk menempatkan pedagang ayam lalapan, PKL dan juga stand kuliner masyarakat local, maupun stand hasil kerajinan masyarakat lokal.

Apalagi setelah adanya ‘jembatan jodoh’ yang memungkinkan banyak masyarakat yang menghabiskan waktu disore hari bersama keluarganya di tempat ini. Terlebih lagi pada saat hari libur atau hari Minggu. Tentunya potensi ini diirik oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kaimana, dan mereka berkeinginan untuk memaksimalkan potensi itu jika diberikan ruang untuk memanfaatkan areal taman kota.

Kepala Bapenda Kabupaten Kaimana, La Bania, S.Sos ketika dikonfirmasi diruang kerjanya, Jumat (20/12) kemarin mengatakan bahwa taman kota ini mempunyai potensi yang luar biasa besar. “Potensi ini juga kami baca sehingga ada keinginan besar kami untuk bisa mengelolah itu, apalagi mendatangkan pendapatan bagi daerah. Ini juga merupakan potensi bagi PAD kita,” ungkapnya.

Menurutnya, ada beberapa objek retirbusi yang bisa diambil dari pemanfaatan taman kota. “Kalau diberikan ruang ada beberapa objek retibusi yang nantinya akan kita ambil, seperti; warung ayam lalapan, pedagang kaki lima, stand kuliner local, stand hasil karya sanggar seni, dan juga bentuk usaha kecil lainnya. Saya pikir kalau mereka-mereka ini kita tempatkan di areal taman kota, bukan di halaman utama yang biasa digunakan pada saat ada even kedaerahan yang digelar di taman kota, maka tentunya aka nada banyak retribusi yang bisa kita tarik. Dan kami sudah pikirkan hal tersebut,” ungkapnya.

Lanjut La Bania, PKL yang selama ini berjualan di depan sepanjang pertokoan kota Kaimana, tidak berkontribusi karena selama ini tidak dipungut retribusi.

“ Kalau mereka ini kita tarik ke dalam areal taman kota, maka tentunya ada retribusi yang akan kita tarik. Kemudian wajah pertokoan juga akan semakin sehat, sekaligus menghilangkan resiko kecelakaan di Jl. Trikora ketika masyarakat ramai mengunjungi PKL ini. Sehingga kalau diberikan ruang, tentunya kami akan berkoordinasi dengan Satpol PP untuk menarik mereka masuk ke dalam areal taman kota,” ujarnya.

Selain itu, ketika taman kota ini sudah ramai dikunjungi warga, maka salah satu retribusi yang nantinya akan diterapkan juga yaitu, retirbusi parkir khusus.

“ Untuk retribusi parkir khusus di taman kota ini pastinya kita tarik, setelah taman kota sudah banyak dikunjungi warga. Saya sangat yakin bahwa ketika taman kota ini difungsikan, maka akan memberikan peluang juga kepada masyarakat untuk membuka usaha disana. Misalnya, pedagang minuman dingin. Saya pikir mereka pasti akan menyiapkan tenda untuk berjualan disana, apalagi ramai dikungjungi warga,” lanjutnya.

Ketika disinggung soal ancaman kumuh ketika taman kota sudah ramai dengan segala bentuk usaha masyarakat yang ada di sana, lanjut La Bania, perasaan optimis harus dikedepankan.

“ Kita kan belum mulai. Kalaupun nanti mulai juga pastinya diatur dengan baik. Sehingga sampah-sampah tidak dibuang sembarangan. Lantas warung makan lesehan atau ayam lalapan dan usaha lainnya ini, kita bisa kenakan juga retibusi sampah. Artinya pasti harus ada petugas yang menjaga areal ini sehingga tetap bersih dan nyaman untuk pengunjung. Inilah salah satu langkah yang akan kita ambil untuk memaksimalkan potensi pendapatan daerah kita, jika kami diberikan ruang yang besar untuk mengelolah taman kota ini,” pungkasnya. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *