Setelah Bergelut Sekian Lama, Gereja Jemaat Nazaret Efara Diresmikan

Papua Barat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana,Honaipapua.com, -Setelah bergelut sekian lama kurang lebih sejak tahun 2012 yang lalu, akhirnya gereja jemaat Nazaret kampung Efara diresmikan oleh Bupati Kaimana, Freddy Thie, Minggu (12/9). Peresmian gereja yang ada di wilayah Distrik Teluk Arguni sudah ditunggu-tunggu oleh jemaat Nazaret.

Penthabisan gereja ini dihadiri juga oleh Wakil Bupati Kaimana, Hasbulla Furuada, SP, Kapolres Kaimana, AKBP. I Ketut Widiarta, SIK.MH, PLT. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kaimana, Hetwegius Karubun, Ketua Badan Pekerja Klasis GKI Kaimana, Pdt. Yance O.W. Satia, S.Si, Hengky Murmana dan juga beberapa pemangku kepentingan lainnya.

Ketua Badan Pekerja Klasis Kaimana mengatakan bahwa, Tuhan mempunyai rencana yang indah dan akan tepat pada waktunya. Gereja ini dibangun berkat doa dan harapan seluruh jemaat Nazaret Efara, sehingga gereja ini dapat terselesaikan dan dapat dilakukan peresmian dan penthabisan. “Semoga gereja ini bisa menjadi pusat pembinaan iman umat jemaat Nazareth di kampung Efara ini, ungkapnya.

Pdt.Yance juga memotivasi umat jemaat Nazaret bahwa segala sesuatu dibawa ketempat yang tepat (gereja). Kita datang dihari ini untuk mensyukuri, itu bukan karena kemampuan dan kegagahan kita, tetapi semua ini terjadi karena rencana dan rancangan Tuhan dalam hidup kita. Dalam perjalanan perahu besar ini, psati ada pertentangan dan tantangan.

” Untuk itu, kami selaku pimpinan dan atas nama gereja ini, kami menghimbau kepada seluruh jemaat bahwa, jangan pernah sia-siakan perjuangan yang telah kita buat demi kemuliaan nama Tuhan, ucapnya.

Bupati Kaimana, Freddy Thie, dalam kesempatan yang sama juga menegaskan bahwa kerukunan jemaat menjadi fondasi yang kuat bagi perjalanan gereja jemaat Nazareth ini kedepan. Tadi bapak Petrus Esuru sudah menyampaikan proses pembangunan gereja ini sudah cukup lama. Namun pembangunan dan penthabisan gereja ini merupakan berkat persekutuan dan kebersamaan dari seluruh jemaat.

” Gedung gereja ini tidak bisa dibangun oleh satu orang, atau dua orang saja, tetapi dibangun atas dukungan seluruh jemaat, sehingga gedung gereja GKI Jemaat Nazaret ini bisa diselesaikan dan diresmikan, “ungkapnya.

Bupati Freddy juga berharap agar gereja yang baru saja dithabiskan ini bisa menjadi wadah atau tempat bagi seluruh jemaat untuk membentuk iman, moral dan etika jemaat. Saya berharap, dengan pembangunan dan peresmian gereja ini, bisa menjadi tempat untuk membina iman umat jemaat Nazaret.

” Saya dengar, dulu, hanya ada gereja GPI, namun hari ini sudah ada GKI dan Katholik. Ini pertanda bahwa keberagaman kita tidak menjadi alasan bagi kita untuk tidak rukun satu sama lain. Kerukunan yang juga sudah diwariskan oleh orang tua-tua kita di kampung ini, harus terus dipegang dan dijaga, “pungkasnya. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *