Seluruh Siswa Baru SMA Sederajat Khusus Putera Daerah Digratiskan Biayanya

Papua Barat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana,Honaipapua.com, -Mengacu pada salah satu program unggulan kepala daerah saat ini dibawah kepemimpinan Freddy Thie dan Hasbulla Furuada, SP yakni; pembebasan biaya pendidikan untuk sekolah-sekolah, maka mulai tahun ajaran baru 2021/2022 ini, kepala daerah sudah mengambil kebijakan untuk mengratiskan seluruh biaya masuk siswa baru yang akan mendaftar di SMA sederajat yang ada di Kabupaten Kaimana.

Bupati dan Wakil Bupati Kaimana

Hal ini ditegaskan Bupati Kaimana, Freddy Thie saat melounching free wifi station yang ada disalah satu titik areal free wifi, yaitu, taman Iriana Jokowi. Dan juga kebetulan tadi ada beberapa masyarakat yang datang ke kantor bupati, menyampaikan keluh kesah untuk tahun ajaran baru, pada tingkat SMA itu ada biaya sejumlah satu juta enam ratus enam puluh lima ribu rupiah, ungkapnya. Bupati Freddy juga mengatakan bahwa biaya sebesar Rp. 1.665.000 tersebut akan ditanggung oleh pemerintah daerah Kabupaten Kaimana.

” Saya pastikan bahwa khusus untuk orang asli Papua yang anaknya ikut mendaftar di SMA, nanti juga menjadi tanggung jawab pemerintah daerah Kabupaten Kaimana. Jadi sekali lagi, ini beberapa hal dari program unggulan saya Freddy Thie dan Hasbulla Furuada, “ujarnya.

Namun demikian, lanjut Bupati Freddy, teknisnya akan diatur lebih jauh terkait dengan kategori putera puteri asli Papua, apakah mengikuti kategori asli Papua yang diatur dalam Otsus, ataukah ada kebijakan lainnya untuk kategori anak asli Papua ini. Lanjut Bupati Freddy, saat ini pemerintah tengah mengatur teknis pengaturan kategori anak asli Papua tersebut dan dalam waktu yang tidak lama lagi, sudah ada petunjuk teknis dimaksud.

Selain itu, Bupati Freddy juga mengatakan bahwa khusus untuk jenjang SD dan SMP, semuanya biayanya akan ditanggung pemerintah daerah Kabupaten Kaimana.

” Tadi kita sudah koordinasikan dengan kepala dinas pendidikan, karena tahun ini adalah tahun ajaran baru untuk SD dan SMP yang disebut wajib belajar 9 tahun, saya pastikan semua biaya itu ditanggung oleh pemerintah daerah. Saya sudah perintahkan kepada kadis pendidikan supaya dana-dana yang disediakan untuk SD dan SMP, secepatnya dicairkan, supaya sekolah tidak ada pungutan-pungutan yang lain, “pungkasnya. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *