Selamatkan Manusia Papua Dari Narkoba, DAP dan BNN PB Kerjasama

Papua Barat
Bagikan berita ini

Manokwari,Honaipapua.com, -Selasa 27 September 2022, Badan Narkotika Nasional Provinsi Papua Barat dalam hal ini Kepala BNNP Papua Barat Brigadir Jenderal Polisi Heri Istu Hariono, S.Si mengundang secara resmi, Mananwir Paul Finsen Mayor selaku Ketua Dewan Adat Wilayah III Doberay Papua Barat ke Kantor BNN PB di Manokwari untuk memperbincangkan beberapa persoalan dan atau kasus Narkotika yang saat ini sudah dan sedang merajalela di Anak-anak Generasi muda  Papua di usia Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama ( SLTP) sampai pada Perguruan Tinggi maupun Pemuda Pemudi di Provinsi Papua Barat ini.

Kepada media ini Via telepon selulernya, Rabu (28/9) Mananwir Paul Finsen Mayor,S.IP, selaku Ketua Dewan Adat Wilayah III Doberay Papua Barat, mengatakan, p<span;>erlu diketahui bahwa kira- kira dua  bulan lalu, Badan Narkotika Nasional Provinsi Papua Barat yang dipimpin langsung oleh Kepala BNNP Papua Barat Brigadir Jenderal Polisi Heri Istu Hariono, S.Si melakukan penangkapan terhadap Seorang Perwira Polisi di Polresta Sorong yang selama ini diduga kuat menjadi pemakai dan Pengedar Narkoba, pelakunya sekarang sedang diproses hukum.

Dikatakan Paul Finsen Mayor, Pada kesempatan ini, kita mengkhawatirkan keadaan ini akan semakin besar, luas dan merusak masa depan Generasi muda Papua, penyebaran Narkotika di wilayah Papua Barat ini sangat berbahaya.
Bahkan kemarin salah seorang mahasiswi di tangkap karena membawa 4,5 KG Ganja kering dari Jayapura ke Manokwari dan itu kali kedua, baru tertangkap. Sedangkan kali pertama beberapa Kilogram Ganja kering lolos masuk ke wilayah Manokwari dan telah diedarkan, kedapatan seorang anak SLTP menjual ganja kering dengan harga Rp.250rb per Plastik obat kecil.

Oleh sebab itulah, kata Paul Finsen bahwa  dalam kesempatan yang baik itu, Badan Narkotika Nasional Provinsi Papua Barat dalam hal ini Kepala BNNP Papua Barat Brigadir Jenderal Polisi Heri Istu Hariono, S.Si mengundang Mananwir Paul Finsen Mayor Ketua Dewan Adat Wilayah III Doberay Papua Barat untuk sama-sama memperhatikan generasi muda Papua yang sudah menjadi korban dari narkotika ini untuk segera ditolong atau direhabilitasi dan juga sama-sama melakukan pencegahan.

” Kedua lembaga ini harus sama-sama bekerja dan atau bekerja sama-sama untuk melakukan berbagai kegiatan baik sosialisasi, atau kegiatan -kegiatan sosial dan juga kegiatan kepemudaan lainnya agar mencegah dan mengatasi bahaya Narkoba bagi Generasi muda Papua, ” kata Paul Finsen Mayor.

Oleh sebab itu, tambah Mananwir Paul Finsen Mayor, bawasanya Dewan Adat Wilayah III Doberay Papua Barat sebagai Rumah Besar Masyarakat Adat Papua Wilayah III Doberay Papua Barat menyambut baik Rencana itu karena sesuai dengan Deklarasi Dewan Adat Papua yaitu Selamatkan Manusia Papua.

Maka dalam tema penyelamatan Manusia Papua itulah maka diharuskan adanya kerjasama antara Dewan Adat Wilayah III Doberay Papua Barat dan Badan Narkotika Nasional Provinsi Papua Barat.

Lanjut Paul, Kepala BNNP Papua Barat Brigadir Jenderal Polisi Heri Istu Hariono, S.Si sangat senang dan mengapresiasi rencana kerjasama ini agar kedepannya ada edukasi dan sosialisasi atau kegiatan -kegiatan sosial ataupun kegiatan kepemudaan lainnya yang dapat dilaksanakan dengan Dewan Adat Wilayah III Doberay Papua Barat sehingga Generasi muda Papua ini mendapatkan informasi dan pemahaman yang baik tentang bahaya Laten dari Narkoba atau narkotika itu sendiri.

” Sebab, harus diketahui oleh publik bahwa bahaya Narkoba bagi Generasi muda Papua kedepannya adalah Mental dan psikologi rusak, mengakibatkan terjadinya tindakan melawan hukum atau kriminal, berakhir di Rumah sakit karena kecanduan narkoba dan kondisi fisik akan menurun lalu didera berbagai macam jenis penyakit, masuk penjara dan atau mati karena keracunan Narkoba, ” ungkap Paul.

” Hal-hal ini yang harus diketahui oleh masyarakat luas agar mencegah anak-anak kita jangan sampai terpengaruh oleh teman-temannya pergaulan bebas, lalu juga ikut terjerumus ke dalam lingkungan pemakai narkoba, karena itu, otomatis sudah tidak ada masa depan lagi apabila dibiarkan maka akan berakhir di rumah sakit, Penjara atau Kematian, ” tambah Mananwir Paul Finsen Mayor,S.IP, selaku Ketua Dewan Adat Wilayah III Doberay Papua Barat. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *