Scrapping Kapal eks Avona Diperkirakan Selesai 2021

Papua Barat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana,Honaipapua.com, Sampai dengan saat ini, pemotongan bangkai kapal eks Avona yang ada di pelabuhan laut Kaimana oleh PT. Jaya Sakti Las (JSL) masih terus berjalan. Kegiatan pemotongan bangkai kapal ini, diperkirakan baru akan selesai tahun 2021. Hal ini diungkapkan oleh PPNS Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kaimana, Binsar Sitanggang, ketika dikonfirmasi di Kaimana belum lama ini.

“Sampai saat ini proses pemotongan masih terus berjalan, walaupun ditengah pandemi. Sebenarnya, waktu yang disanggupi oleh PT. JSL ini adalah enam bulan. Namun karena terkendala tenaga ahli dan juga covid-19 saat ini, sehingga kemungkinan besar pemotongan bangkai kapal ini akan selesai di tahun depan. Karena pemotongan kapal ini juga dibutuhkan orang yang benar-benar ahli dibidang las atau semacamnya. Kemarin saat kami konfirmasi dengan pihak JSL, mereka kesulitan ketika mau mendatangkan tenaga ahli mereka dari Jakarta, karena kemarin itu dengan adanya pembatasan social berskala besar, yang berdampak juga pada angkutan penumpang, baik udara maupun laut,” ungkapnya.

Lanjut Binsar, pihak JSL pernah berusaha untuk mencari tenaga las yang benar-benar ahli di Kaimana, tetapi pihak JSL tidak mendapatkan tenaga tersebut. “Kemarin mereka sempat mencari tenaga las yang spesifikasinya khusus untuk las. Mereka sebenarnya mempunyai tenaga itu, hanya saja, karena covid kemarin, sehingga pihak perusahaan belum bisa datangkan mereka. Kemarin, mereka sudah rekrut dua orang tenaga las Kaimana, tetapi menurut mereka tenaga tersebut belum terlalu mahir. Tetapi karena sudah tidak ada tenaga lagi, maka mereka terpaksa merekrut dua orang ini yang local Kaimana ini,” ujarnya.

Disinggung soal, kendala lainnya sehingga pemotongan bisa sampai tahun depan, lanjut Binsar, salah satu kendala lainnya adalah pembersihan semen yang ada di lantai kapal. “Kapal ini kan tidak hanya besi saja. Ada juga campuran semen yang digunakan untuk menjadi pemberat kapal. Dan ini yang membuat pekerjaan agak lambat menurut JSL. Tetapi kami tetap meminta mereka agar, secepatnya pekerjaan ini diselesaikan sesuai dengan kesepakatan,” lanjutnya.

Binsar juga mengatakan bahwa pihaknya terus mengawasi progress kegiatan pemotongan kapal ini.

“ Kami secara rutin terus memantau dan mengawasi. Salah satunya yaitu SOP yang ada. Kalau dulu kan mereka potongnya langsung di laut. Kalau sekarang mereka memotong bangkai kapalnya di darat. Memang, untuk memotong bangkai dilakukan dilaut, tetapi setelah menjadi potongan agak kecil dan bisa ditarik alat berat, barulah proses pemotongan lanjutannya dilakukan didarat. Jadi tidak semua kegiatan pemotongan dilakukan dilaut. Karena untuk menarik bangkai kapal ini sampai ke darat, sangat sulit. Sehingga itulah caranya agar pemotongan ini cepat selesai. Tetapi kami juga tetap warning ke mereka supaya memperhatikan SOP. Kami juga berharap agar scrapping kapal ini bisa segera selesai, sehingga tidak ada lagi masalah disitu. Karena semakin lama bangkai kapal ada disitu, maka dampaknya akan semakin besar,” pungkasnya. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *