Rumpumbo: ‘Pengelolaan Dana Bosda Harus Transparan’

Papua Barat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana,Honaipapua.com, -PLT Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kaimana, Luther Rumpumbo, S.Pd menegaskan bahwa pengelolaan dana BOS dan BOSDA harus transparan. Hal ini ditegaskannya saat menghadiri salah satu kegiatan di aula Rehobot Kaimana, Senin (9/3). Menurutnya, pengelolaan dana BOS dan BOSDA ini harus dimanfaatkan sesuai dengan peruntukkannya.

“ Saya pikir dana BOSDA ini adalah kebijakan pemerintah daerah dengan tujuan membantu sekolah, agar sekolah bisa berjalan efektif, sebagai dana operasional sekolah. Jadi, misalkan dana itu kalau memang dibayar kepada pihak sekolah, maka mungkin yang pertama dilakukan adalah bagaimana supaya menggunakan dana tersebut dengan baik. Kan dana BOSDA ini juga tujuannya untuk sekolah, dan bukan untuk siapa-siapa,” ungkapnya.

Lanjut dia, dana BOS dan BOSDA ini juga harus dipergunakan dengan efisien dan efektif. “ Kemudian kedepan, kita harapkan supaya bisa lebih tertib. Dalam artian, kalau kita bahas pemerintah ini kan dia harus efektif dan efisien, kemudian transparan dan akuntabel. Dan hal-hal inilah yang kita harapkan bisa diperhatikan dalam pengelolaan dana BOS dan BOSDA,” ujarnya.

Menurutnya, transparansi penggunaan dana BOS dan BOSDA harus ada, sehingga semua pihak yang punya kepentingan dari sekolah tersebut, bisa tahu dana ini untuk apa saja.

“ Saya pikir harus transparan bahwa, kepala sekolah dan komite sekolah dan juga guru-guru harus bahas bersama-sama. Komite sekolah harus tahu, dana yang diterima dari pemerintah daerah itu berapa, dan dana itu dipergunakan untuk keperluan apa saja. Karena kalau dana itu dipergunakan dengan baik dan sesuai dengan peruntukkanya, maka saya pikir sekolah juga bisa berjalan dengan baik pula,” ungkapnya.

Rumpumbo juga menegaskan bahwa pengelolaan dana BOS dan BOSDA ini harus dikelolah secara baik, sehingga bisa menghindari persoalan-persoalan dikemudian hari.

“ Kan saya pikir tujuan utamanya adalah untuk sekolah. Kami tidak mencurigai kepala-kepala sekolah, tidak juga, tapi kita berharap agar dibenahi kalau memang ada kekurangan atau kendala-kendala. Yang kita takutkan, ketika disalahgunakan dan dikemudian hari harus berurusan dengan pihak lain. Karena pengelolaan keuangan saat ini sudah semakin ketat. Sehingga kita berharap agar bisa dikelolah demgan baik dan transparan,” ujarnya.

Selain itu, Rumpumbo juga mengatakan bahwa alokasi dana untuk bantuan sekolah (BOSDA) memang ada. Tetapi perlu ada pemetaan sehingga sekolah-sekolah yang aktif saja yang mendapatkan dana tersebut.

“ Tinggal sekarang kita harus buat pemetaan secara baik. Artinya bahwa sekolah mana yang efektif, dan sekolah mana yang tidak. Kalau sekolah yang efektif dan berjalan bagus, saya pikir mereka pantas untuk mendapatkan dana itu. Sementara yang tidak efektif ini saya pikir mereka juga tidak butuh dana ini. Karena untuk apa dikasih dana, kalau sekolahnya saja tidak jalan,”pungkasnya.(edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *