RSUD Kaimana Rawat 1 Pasien Dalam Pengawasan (PDP)

Papua Barat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana,Honaipapua.com, -Juru bicara penangangan Covid-19 Satgas Covid-19 Kabupaten Kaimana, dr.Alberth Kapitarau mengatakan bahwa, sampai dengan hari ini, Senin (6/4), pihak RSUD Kaimana sedang merawat satu pasien PDP.

Sementara itu, terhitung hingga pukul 16:00 WIT jumlah kasus yang ditangani Satgas Covid-19 Kaimana sebanyak 8 orang dan sudah lepas pantauan sebanyak 2 orang.
Sehingga total ODP di Kaimana sebanyak 6 orang dan PDP sebanyak 1 orang.

“ Pasien PDP kami rawat di RSUD Kaimana. Pasien ini bagian dari pasien dengan isolasi mandiri, dikarenakan ada keluhan, dan dari pemeriksaan, baik pemeriksaan fisik maupun pemeriksaan penunjang, radiologi dan laboratorium, masuk dalam kriteria PDP. Kalau untuk PDP atau ODP tanpa gejala atau gejala ringan, kami tidak rawat, tapi mereka isolasi mandiri,” ungkapnya.

Walaupun demikian, kata dr. Alberth, untuk pemeriksaan Rapid Covid-19 sudah ada di Lab RSUD. “Untuk PCR atau pemeriksaan swab tenggorokan belum bisa dilakukan di RSUD kita, dikarenakan prosedur yang sangat ketat. Untuk pengambilan swab tenggorokan bisa dilakukan di RSUD Kaimana, hanya media pengiriman (VTM) belum ada. Info terakhir bahwa kesulitan didistribusikan dari provinsi,” lanjutnya.

Sementara itu, untuk ODP yang sudah selesai masa pemantauan, menurutnya, ODP tersebut dianggap sembuh, namun tetap mereka diwajibkan menggunakan masker dan apabila ada keluhan maka segera dikontrol kembali.

“ Kalau untuk karantina sudah tidak bagi ODP yang sudah lepas masa pemantauan. Hanya saja, mereka wajib memakai masker sesuai anjuran dari WHO,” ungkapnya.

Oleh karena itu, dr. Alberth menghimbau kepada seluruh masyarakat Kaimana untuk tetap dirumah sesuai anjuran pemerintah dan tetap menggunakan masker disaat keluar rumah untuk kepentingan yang sangat urgent.

Masyarakat juga diminta untuk tidak panik dengan kondisi saat ini, tetapi terus waspada dan mengikuti seluruh anjuran pemerintah. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *