Polres Kaimana Tangkap Pelaku Ujaran Kebencian

Papua Barat
Bagikan berita ini
  • 33
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    33
    Shares

KAIMANA, Honaipapua.com,- Polres Kaimana, Minggu (20/5) berhasil menangkap SRA (14) dikediamannya, setelah tim cyber patrol Polres Kaimana menemukan dugaan penyebarluasan ujaran kebencian di media sosial facebook.

” Sekitar pukul 11:30 WIT, tadi kita mengamankan pelaku, setelah tim ciber mendapatkan informasi penyebaran ujaran kebencian disalah satu akun facebook dengan nama Sah K-Sandy. Status atau postingan pelaku ini diposting sekitar pukul 08:00 WIT.

” Ketika tim cyber kita mendapatkan informasi ini, langsung kita amankan pelakunya, “ungkap kasat reskrim polres Kaimana, AKP. Walman Simalongo, SH ketika dikonfirmasi diruang kerjanya.

Lanjut kasat Walman, motif dari kasus ini masih sedang didalami oleh pihaknya. Kalau dari keterangan awal, pelaku mengakui bahwa dia tidak mempunyai maksud dan tujuan apa-apa. Ini keterangan awal, karena masih terus kami kembangkan, sehingga nanti setelah pengembangan mungkin baru diketahui motif apa sebenarnya.

Sementara itu, selain pelaku, penyidik Polres juga sudah dan sedang melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi. ” Beberapa saksi sudah kami mintai keterangannya, dan kami belum bisa menyampaikan hal ini karena masih dalam proses pengembanganya,” ujarnya.

” Ditengah-tengah situasi kondisi Indonesia yang sedang dihangatkan dengan kasus Surabaya, hal-hal seperti penyebar luasan informasi negatif, terutama mengarah ke ujaran kebencian dan SARA ini jangan sampai terjadi.
Kita hanya mengkhawatirkan jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Walaupun hanya sekedar bercanda saja, tapi itu jangan dilakukan. Ini menyangkut situasi. Kami juga tidak melarang penggunaan media sosial oleh masyarakat, tetapi alangkah bijaknya kalau digunakan untuk menyampaikan hal-hal yang positif saja, apalagi sekarang ini kan bulan puasa, “terangnya.

Kasat juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Kaimana untuk belajar dari kasus ini, karena menurutnya, saat ini sudah ada UU ITE Nomor 19 tahun 2016, yang mengatur tentang penyebarluasan informasi di media sosial dan sanksi atau ancaman dari UU ini juga tidak main-main sehingga harap ini menjadi perhatian seluruh masyarakat kabupaten Kaimana, ungkapnya.

Kaitan dengan penanganan kasus ini, Kasat mengungkapkan bahwa, jika kedepannya dilakukan penyelidikan, maka pihak penyidik juga akan mempertimbangkan sistem peradilan anak, karena pelakunya adalah anak berusia 14 tahun.

Dari hasil investigasi awal, pelaku menggunakan Handphone Merk Oppo A37 dalam meneyebarkan informasi tersebut. Ini yang kami sayangkan, kenapa anak usia 14 tahun sudah diberikan handphone mahal oleh orang tuanya. Harusnya orang tua bisa mengontrol kegiatan anak, termasuk aktifitasnya ketika menggunakan HP, apalagi dengan kemudahan informasi yang didapatkan dari internet.

Sementara itu, ketua FKUB Kaimana, Arnoldus Baronama, mengungkapkan, bahwa kurang adanya bilangan dan perhatian dari orang tua sehingga menyebabkan kasus ini bisa terjadi.

” Saya sangat menyangkan, hal ini bisa terjadi, dan dilakukan oleh masyarakat yang ada di Kaimana, walupun pelakunya masih usia anak-anak. Kaimana ini kan sangat tinggi toleransinya, dan kerukunan antar umat beragama juga sangat bagus sejak dulu,”terangnya.

Selaku tokoh Agama dan masyarakat, menghimbau kepada seluruh pihak, agar jangan sampai terprovokasi dengan informasi ini. Marilah kita belajar, terutama orang tua agar bisa mengontrol atau mengawasi anak dalam menggunakan HP.

Mereka ini masih kecil dan pemahamannya masih sangat terbatas, sehingga perlu pemberian pemahaman yang kuat dari orang tua. Jangan kita sebagai orang tua terus membiarkan anak kita bebas dengan dunianya, termasuk dunia media sosial. Karena semua yang dilakukan pasti ada resikonya. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *