PERSONIL DITPOLAIRUD POLDA PAPUA BARAT BERHASIL TANGKAP PELAKU JUAL/BELI BURUNG SATWA ENDEMI PAPUA YANG DILINDUNGI

Papua Barat
Bagikan berita ini

Sorong,Honaipapua.com, -Dirpolairud Polda Papua Barat, Kombes Pol Budi Utomo.SIk, mengatakan, berdasarkan,
Laporan Polisi nomor : LP.A/ 06 / IX / 2022 / Ditpolairud tanggal 22 September 2022, ditindaklanjuti oleh Personil Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Papua Barat,  berhasil mengamankan 1 orang pelaku jual beli Burung Satwa yang di lindungi di kampung Kalobo, Distrik Salawati Tengah, Kabupaten Raja Ampat.

Kepada media ini, Dirpolairud Kombes Pol Budi Utomo.SIk menyampaikan bahwa tindakan yang telah dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab ini dilaporkan oleh masyarakat yaitu, Dugaan tindak pidana Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan ekosistemnya (menyimpan dan memiliki hewan satwa burung paruh bengkok yang dilindungi dalam keadaan hidup).

Kronologis singkatnya, menurut, Kombes Pol Budi Utomo.SIk bahwa setelah Personil Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Papua Barat mendapati informasi bahwa ada pengepul / penadah burung paruh bengkok (nuri kepala hitam dan Kakatua raja) diwilayah pulau Raja Ampat.

Kasubdit Gakkum Kompol Syarifur Rahman.SIk, memerintahkan membentuk tim Lidik untuk melakukan Penyelidikan guna menindak lanjuti informasi tersebut.

Pada Rabu 22 September 2022 sekira  pukul 08.00 Wit, Tim Lidik bergerak menuju Kampung Kalobo, Distrik Salawati Tengah, Kabupaten Raja Ampat dengan menggunakan perahu.

Sekitar pukul 12.00 Wit tiba di Kampung Kalobo, Distrik Salawati Tengah, Kabupaten Raja Ampat, selanjutnya tim Lidik langsung melakukan pengamatan dan penggambaran terhadap target berupa rumah yang diduga sebagai tempat menyembunyikan satwa berupa burung jenis Nuri dan Kakatua Raja.

Selanjutnya tim lidik segera melakukan upaya paksa berupa penggeledahan terhadap rumah, setelah dilakukan penggeledahan ditemukan 15 burung jenis Nuri kepala hitam dan 1 burung Kakatua dalam keadaan hidup yang di temukan dalam keadaan terkurung didalam sangkar besi milik an. MUHAMMAD ELYAS ALIAS ALI.

Dari keterangan Sdr. MUHAMMAD ELYAS ALIAS ALI bahwa satwa dilindungi tersebut, di dapatkan dengan cara dibeli dari masyarakat Kalobo dengan harga Rp. 130.000/ekor dengan maksud dan tujuan untuk dijual kembali.

Selanjutnya Sdr. MUHAMMAD ELYAS ALIAS ALI beserta barang buktinya dibawa ke Mako Ditpolairud Polda Papua Barat guna proses Penyidikan lebih lanjut.

Pasal yang diduga disangkakan kepada pelaku, tambah Dirpolairud adalah UU No 5 tahun 1990  tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya pasal 40 ayat (2) yang berbunyi barang siapa dengan sengaja melakukan pelanggaran dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 21 ayat (1) dan ayat (2) serta pasal 33 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) thn dan denda paling banyak sebanyak Rp.100.000.000 (seratus juta rupiah).

Dan Barang Bukti berupa burung Satwa yang dilindungi berhasil diamankan 15 (lima belas) ekor burung jenis Nuri kepala hitam dalam keadaan hidup (dilindungi) dan 1 (satu) ekor burung Kakatua Raja dalam keadaan hidup (dilindungi). Serta tindakan yang dilakukan adalah mengamankan terduga pelaku dan BB, melakukan koordinasi dengan petugas BBKSDA PAPUA BARAT dan melakukan titip rawat BB kpd BBKSDA PAPUA BARAT.

” Selaku pihak keamanan yang menjaga wilayah hukum perairan Polda Papua Barat menghimbau kepada masyarakat agar menjaga kelestarian Hayati, khususnya burung endemi Papua yang semakin langka ini dimana pemerintah pun juga ikut melindungi untuk masyarakat tidak memperjual belikan dan menangkap burung dari habitatnya dengan menerbitkan aturan hukum, tetapi masih saja oknum-oknum yang hanya mencari keuntungan pribadi melakukan praktek jual beli burung Endemi Papua ini ke luar Papua, tanpa memikirkan dampak hukum yang telah diatur oleh pemerintah, ” imbuh Dirpolairud Polda Papua Barat Kombes Pol Budi Utomo.SIk. (pic)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.