Perkuat Kapasitas, Nasdem Gelar TOT Untuk Saksi Paslon 02

Papua Barat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana,Honaipapua.com – Untuk meningkatkan pengetahuan dan juga kapasitas saksi pasangan calon nomor urut 02 pada pilkada 9 Desember 2020 ini, maka partai Nasdem menghadirkan saksi-saksi di Rumah Makan Bellia, Kamis (26/11), untuk mendengarkan materi-materi yang disampaikan oleh partai Nasdem dan pemateri dari KPU dan Bawaslu, terkait peran dan tugas saksi di TPS pada saat pungut hitung suara.

Ketua Nasdem Kaimana, Simon Petrus Fofid saat Membuka Kegiatan TOT untuk Saksi Nasdem

Kegiatan ini dihadiri oleh Divisi Teknis KPU Kaimana, Dominika Hunga Andung, S.SI dan juga dari Bawaslu yang dihadiri oleh salah satu stafnya yakni Syam Makatita untuk menyampaikan materi kepada saksi tersebut. Hadir juga dalam kesempatan ini para pengurus inti partai Nasional Demokrat dan juga kader-kader partai Nasdem.

Salah Satu Foto Penyampaian Materi TOT oleh KPU dan Bawaslu Kabupaten Kaimana

Ketua Partai Nasdem Kabupaten Kaimana, Simon Petrus Fofid mengingatkan kepada seluruh saksi yang hadir dalam kegiatan tersebut, agar bisa menjadi saksi yang bisa melaksanakan tugasnya dengan baik. “Hari ini Nasdem menghadirkan orang-orang terbaik Nasdem untuk menjadi saksi pada tanggal 9 Desember nanti. Kegiatan Training Of Trainer ini sangat penting untuk saksi dan juga pengurus partai, karena banyak perubahan mekanisme di TPS pada pemilu kali ini. Untuk itu, dalam kegiatan ini, kami juga menghadirkan KPU dan juga Bawaslu untuk memberikan materi terkait dengan tugas dan fungsi saksi paslon,” ungkapnya.

Lanjut Simon, karena saksi adalah orang terdepan untuk mengawal pelaksanaan pungut hitung di TPS, maka saksi adalah garda terdepan untuk bisa memenangkan paslon nomor urut 2 (RISMA).

“Dari pemilu ke pemilu, tentu saja KPU dan Bawaslu juga terus melakukan evaluasi, sehingga munculah aturan-aturan baru, khususnya pemilukada 2020 ini. Tentu saja regulasi itu harus mengacu pada kondisi dan teknologi terkini saat ini. Untuk itu kami memberikan apresiasi kepada KPU dan Bawaslu yang sudah bersedia untuk memberikan materi dalam kegiatan ini,” ujarnya.

Dirinya juga berharap agar, materi atau point-point penting yang sudah disampaikan oleh pemateri ini, dapat dipahami baik sehingga dapat menunjang kerja-kerja saksi pada saat pelaksanaan pungut dan hitung suara.

“Semoga apa yang nanti disampaikan oleh pemateri dapat menguatkan kita, agar kita dapat melaksanakan tugas kita dengan baik. Sebagai garda terdepan untuk memenangkan pasangan calon kita RISMA, maka kami berharap saksi-saksi yang mendengarkan materi hari ini, bisa paham baik dan nanti bisa dipraktekan pada saat hari H pemungutan suara,” tuturnya.

Syam Makatita salah satu staf Bawaslu Kaimana dalam menyampaikan materinya, memberikan penekanan kepada saksi terkait hal-hal apa saja yang harus diketahui oleh saksi-saksi sebelum pelaksanaan pemungutan suara.

“Saksi paslon di TPS itu, nanti parnernya adalah pengawas TPS dari Bawaslu. Sebelum pemungutan suara yang akan dibuka tepat pukul 07:00 WIT itu, ada yang namanya pra pemungutan suara. Saksi harus bisa pastikan siapa-siapa saja yang menjadi KPPS di TPS tersebut. Saksi juga harus memperhatikan baik, apakah lokasi TPS tersebut sudah steril atau belum. Kaitan dengan ini, saksi harus bisa memastikan bahwa tidak ada lagi atribut partai mupun atribut paslon yang ada di sekitar TPS. Saksi juga harus memastikan bahwa, bilik suara ini tempatnya sudah steril atau belum. Jangan sampai bilik suara bisa dijangkau oleh penglihatan orang lain ketika pemilih mencoblos. Pastikan penempatan bilik suara harus aman dari pandangan atau tatapan orang lain dengan pemilih, karena untuk mengantisipasi pengaruh orang lain kepada pilihan si pemilih. Ini juga harap diperhatikan dengan baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Divisi Teknis KPU Kaimana, Dominika Hunga Andung, S.SI dalam penyampaian materinya memberikan penekanan terkait hal-hal apa saja yang harus dilakukan saksi pada saat pemungutan suara.

“Saksi harus mendapatkan salinan DPT untuk pemilih di TPS tersebut, karena dari data ini, saksi dapat memastikan bawha pemilih yang datang memilih adalah benar-benar pemilih yang tedaftar di DPT. Saksi juga harus memperhatikan bahwa pada saat pendaftaran di TPS, pemilih harus menunjukkan identitas mereka dan pastikan bahwa nama yang ada di DPT sama dengan nama yang ada di KTP pemilih,” ungkapnya.

Hal lain yang juga ditekankan oleh Monic bahwa, saksi harus berani untuk mengutarakan pendapat, ketika menemukan ada hal-hal yang tidak benar menurut dia yang terjadi di TPS.

“Pengalaman dari pemilu sebelumnya, ada saksi yang takut untuk bicara. Jadi saksi itu harus berani bicara. Kalau melihat ada hal yang tidak beres, maka harus berani bicara. Nanti pada saat perhitungan suara, saksi harus pastikan bahwa dia mendapatkan salinan C Hasil dari KPPS. Salinan C Hasil ini juga harus dikroscek kembali dengan C Hasil plano yang ditempel di papan pada saat penghitungan suara. Ini untuk mengantisipasi agar data yang ada di C Hasil Plano ini benar-benar sudah sama dengan salinan C Hasil yang diberikan oleh KPPS. Saksi juga harus pastikan bahwa semua aktifitas di TPS selesai, sampai pada pengepakan hasil, baik surat suara maupun form-form dimasukkan dalam kotak suara, baru saksi bisa pulang. Tetapi kalau semua itu belum dimasukkan atau dipak kembali dalam kotak suara, maka sebaiknya jangan ditinggalkan dulu TPS. Ini juga untuk mengantisipasi jangan sampai terjadi kecurangan-kecurangan,” pungkasnya. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *