Penyaluran BLT Minus Dua Kampung

Papua Barat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana,Honaipapua.com, -Sampai saat ini penyaluran BLT (Bantuan Langsung Tunai) dari anggaran dana desa tinggal dua kampung, yakni kampung Ure dan Kampung Tanusan dari 84 kampung yang ada di Kabupaten Kaimana. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK) Kabupaten Kaimana, Dra. Joice M. Tuanakotta ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (7/7) kemarin.

“ Sampai hari ini tinggal dua kampung yang memang belum sama sekali penyaluran. Kalau untuk kampung Ure, karena memang sampai saat ini kepala kampungnya belum datang ke sini. Kemarin sempat aparat distrik datang menemui kami dan mengatakan bahwa biar mereka yang mewakili. Tetapi saya sendiri tidak mau karena memang harus diurus sendiri oleh kepala kampung. Jadi tinggal menunggu, kalau kepala kampungnya sudah datang menemui kami di kantor, barulah proses pencairan itu dia bisa jalan, karena memang tidak bisa diwakilkan,” ungkapnya.

Sementara itu, kampung Tanusan juga belum didistribusikan. “Kalau untuk kampung Tanusan ini memang belum karena sampai saat ini masih dalam persoalan. Kami sendiri sudah berupaya bagaimana supaya dana BLT untuk Tanusan ini segera di distribuiskan. Kalau untuk pergantian kepala kampungnya memang dalam proses, dan kita tunggu. Ketika sudah ada penjabat kepala kampung, maka dana BLT ini baru bisa cair. Sekarang masih dalam prose situ. Kita harapkan secepatnya, sehingga masyarakat Tanusan juga bisa mendapatkan bantuan di tengah pandemic Covid-19 ini,” ujarnya.

Selain itu, pencairan BLT antara satu kampung dengan kampung lainnya tidaklah sama, ada yang baru satu bulan, ada yang sudah dua bulan, dan bahkan ada yang sudah bisa terima untuk tiga bulannya.

“ Untuk tahap pertama ini kan dibagi menjadi tiga yakni pertama limabelas persen, kedua limabelas persen dan ketiga sepuluh persen. Pencairan tergantung dari pagu anggaran masing-masing kampung. Kalau kampung yang jumlah KK-nya tidak terlalu banyak, maka mereka bisa pencairan tiga tahap sekaligus, dan masing-masing KK bisa menerima satu juta delapan ratus ribu rupiah. Tapi kalau kampung yang pagu anggarannya terbatas karena jumlah KK-nya juga banyak, maka mereka baru menerima 15 persen,” ujarnya. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *