Pemda Kaimana Terus Berupaya Kembangkan Sektor Pariwisata

Papua Barat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana,Honaipapua.com, -Pemerintah Daerah Kabupaten Kaimana terus berupaya mengembangkan sektor Pariwisata.

Kepala Dinas Pariwisata kabupaten Kaimana, Usman Femeteruma.SPd saat ditemui wartawan diruang kerjanya, menyampaikan, kurang lebihnya ada beberapa spot atau tempat Pariwisata yang berada di kabupaten Kaimana yang selama ini Pemda melakukan upaya pengembangan dengan anggaran yang minim, seperti, sosialisasi kepada masyarakat di sektor transportasi dari kampung satu ke kampung yang lainnya, kemudian dari Kota Kaimana ke kampung ini seperti, Wisata Alam KM14, Teluk Triton, Situs Kerajaan Namatota, Senja Kaimana, Pulau Venue, Pantai Ermun, Lukisan Dinding Batu Kaimana, Kolam Sisir, Fort du Bus, Danau Kamaka, dan tempat wisata yang berada didalam kota Kaimana.

” Saya baru dilantik menjadi kepala Dinas kurang lebih setahun berjalan ini sudah mengikuti loka karya dan rapat bersama pemerintah provinsi Papua Barat guna menyampaikan Visi dan Misi atau program pembangunan pemerintah daerah Kaimana dari sektor Pariwisata, dengan harapan adanya perhatian untuk alokasi anggaran, sehingga tahun 2020 mendatang ada dana yang dikucurkan untuk membantu Pemda Kaimana untuk mengembangkan Sektor Pariwisata yang selama ini dikunjungi oleh masyarakat dan wisatawan Asing, “ungkap Usman.

Disinggung soal Pendapatan Asli Daerah (PAD) kabupaten Kaimana untuk membantu sektor Pariwisata, kata Usman, pihaknya telah menyiapkan regulasi atau Peraturan Daerah untuk diterapkan kepada para pengunjung, yang akan berkunjung diberbagai tempat Pariwisata yang ada di Kaimana.

Usman mengakui selama ini kapal-kapal dengan para Wisatawan yang datang ke kabupaten Kaimana, menggunakan jasa Agen dari luar kabupaten Kaimana, sehingga PAD untuk Kaimana tidak bisa memperoleh pajak atau inkam kepada daerah.

” Jadi, setelah dilaksanakan rapat bersama pemerintah dan DPRD Kaimana, kedepan, ditahun mendatang Pajak atau Retribusi akan diberlakukan kepada para pengunjung yang masuk ke tempat Pariwisata yang berada di kabupaten Kaimana, “jelasnya.

” Untuk itu, saya menghimbau kepada masyarakat yang berada di tempat Pariwisata, agar dapat menjaga kelestarian alam sekitar dan etika sopan santun kepada tamu yang berkunjung, karena bukan saja objek wisata alam yang dikunjungi tetapi tempat bersejarah juga, seperti lambang negara Indonesia Burung Garuda ditemukan di Kaimana, sehingga setiap tahun dapat menarik wisatawan yang berkunjung di kabupaten Kaimana bertambah seperti di kabupaten Raja Ampat, “imbuh Usman.

Menurut ceritanya, kata Usman, Presiden Seokarno menemukan Garuda di Lobo. Gunung Eman Siri, gunung bersejarah. Burung Garuda mati, mati tertembak di sana. Indonesiaku, tempat bersejarah penuh misteri.

Burung Garuda di Lobo menginsipirasi Soekarno. Menurut cerita masyarakat kampung Lobo, mendengar dan melihat, lambang negara kita adalah burung Garuda, warga di Lobo berpikir mungkin itu Garuda dari tempat lain, bukan dari Lobo. Namun kompilasi Tim Ekspedisi NKRI 2016, menemukan sisa tulang burung Garuda di Pulau Garuda, warga pun percaya dan yakin, Burung Garuda Soekarno adalah milik warga Lobo. Lambang negara Indonesia itu dari Lobo, ”kata warga Lobo.

Saat itu, Puan Maharani, tamu istimewa, saat melakukan kunjungan kerja wisata sejarah ke Lobo. Berbangga dengan cerita dan temuan di Lobo oleh Tim Ekspedisi NKRI itu.

Menurut ceritanya warga, ” Puan Maharani sangat senang bisa sampai di sini. Di sinilah Bung Karno menemukan burung Garuda yang kemudian menjadi lambang negara kita, ”kata Puan Maharani. (ris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *