Pelaksanaan Pesparawi XIII Dilaksanakan di 6 Zona

Papua Barat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana,Honaipapua.com, -Pelaksanaan Pesparawi se-Tanah Papua akhirnya sudah diputuskan untuk dilaksanakan ditahun 2021. Pelaksanaan Pesparawi XIII ini juga berbeda dengan Pesparawi-Pesparawi sebelumnya, karena dilaksanakan secara terpisah, yang dibagi dalam 6 zona. Hal ini dilakukan mengingat pelaksanaan Pesparawi XIII masih dalam massa pandemi Covid-19.

Ketua LPPD Kabupaten Kaimana, Fredy Susanto Zaluchu, S.STP

Ketua LPPD Kabupaten Kaimana, Fredy Susanto Zaluchu, S.STP saat dikonfirmasi di kantor bupati Kaimana, Kamis (19/11) menjelaskan bahwa semua pihak sudah sepakat bahwa, pelaksanaan Pesparawi XIII ini dibagi dalam enam zona tersebut. Khusus untuk Kabupaten Kaimana dan Fakfak, pelaksanaannya akan dilakukan dimasing-masing kabupaten. Sementara untuk wilayah Manokwari Raya dan Sorong Raya, akan dilaksanakan masing-masing di dua tempat.

“Terkait dengan pelaksanaan Pesparawi XIII se-Tanah Papua, mengingat kondisi pandemi, sehingga LPPD Papua Barat berinisiatif untuk melakukan kegiatan Pesparawi XIII dibagi dalam 6 zona, dan sudah dituangkan dalam Surat Keputusan. Untuk pelaksanaannya sendiri, akan dilaksanakan dari tanggal 18 Februari hingga 28 Februari 2021. Saya sangat yakin, pak Gubernur Papua Barat yang telah merestui apa yang sudah disampaikan oleh LPPD Provinsi, tidak menginginkan adanya sebuah kluster baru. Oleh karena itu, pelaksanaannya dilaksanakan dibeberapa tempat itu,” ungkapnya.

Fredy juga mengatakan bahwa, beberapa waktu lalu, tim dari LPPD Provinsi Papua Barat juga sudah datang ke Kaimana, untuk melihat dan meninjau secara langsung calon lokasi pelaksanaan Pesparawi XIII untuk Kabupaten Kaimana.

“ Minggu lalu, mereka sudah tim dari LPPD Provinsi Papua Barat sudah survey calon lokasi pelaksanaan Pesparawi XIII di Kaimana. Sebenarnya ada 2 calon lokasi pelaksanaanya yaitu, gedung pertemuan Krooy dan Kapela Kantor Bupati Kaimana, yang direncanakan untuk khusus kategori solo. Tetapi setelah dipertimbangkan, maka diputuskan untuk dipusatkan disatu tempat saja, yaitu di gedung pertemuan Krooy,” ujarnya.

Sementara untuk teknis pelaksanaanya, lanjut Fredy, perlombaan akan disiarkan secara streaming, untuk meminimalisir kerumunan yang ada di lokasi pelaksanaan Pesparawi XIII.

“Itupun nanti akan disiapkan sedemikian rupa terkati dengan penerapan protokol kesehatan. Kemudian yang hadir pada saat kegiatan juga dibatasi. Mungkin yang bisa hadir hanya Forkopimda, juri dan teman-teman dari LPPD Provinsi Papua Barat serta LPPD Kabupaten Kaimana. Untuk masyarakat, perlombaan ini nanti akan disiarkan secara streaming. Sehingga masyarakat yang mungkin ingin menyaksikan perlombaan, bisa disaksikan dari rumah. Untuk Streamingnya sendiri, nanti akan dipublikasikan oleh LPPD Provinsi Papua Barat,” lanjutnya.

Sebagai Ketua LPPD Kabupaten Kaimana, Fredy juga sangat berharap agar juri yang nantinya akan ditentukan untuk menilai perlombaan, harus juri yang benar-benar kompeten.

“ Kalau untuk juri itu ditentukan oleh provinsi. Kami dari kabupaten, cuma memberikan masukkan. Kalau bisa juri yang nantinya dipilih adalah juri yang benar-benar kompeten. Karena hasil dari tingkat regional ini, championnya akan diutus ke Pesparawi Nasional, yang rencananya diundur ditahuan 2022. Apalagi Papua Barat mempunyai beban moril untuk mempertahankan champion yang sudah kita dapatkan di Pontianak waktu itu. Teknisnya itu, nanti juri yang ditentukan ini akan melakukan penilian dari satu titik ke titik lain. Misalnya di Kaimana, setelah selesai menilai perlombaan di Kaimana, mereka akan pindah lagi ke titik berikutnya,” pungkasnya. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *