Pasca Insiden Surabaya Pengawasan Bandara Utarom Diperketat

Papua Barat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KAIMANA, Honaipapua- Tidak hanya dibandara-bandara besar yang ada di Indonesia yang ditingkatkan pengamganan serta pengawasannya, tetapi juga diilakukan di bandara-bandara kecil, termasuk bandara Utarom Kaimana.

Peningkatan pengawasan dan kontrol oleh pihak bandara Utarom ini disampaikan oleh kepala bandara Utarom Kaimana, Yayat Suayatman ketika dikonfirmasi diurang kerjanya (15/5).

Peningkatan pengawasan bandara Utarom ini juga sebagai tindak lanjut edaran yang disampaikan oleh Dirjen Perhubungan udara, pasca insiden Surabaya.

Menurutnya, hal ini dilakukan karena bandara merupakan salah satu objek vital nasional yang harus terus dijaga kualitas keselamatan dan juga kemanannya. Sehingga langkah antisipatif menurutnya harus dilaksanakan, untuk menjamin keamanan bagi seluruh pengguna jasa penerbangan yang hendak masuk dan keluar dari Kaimana.

Bandar udara merupakan daerah yang banyak dikunjungi masyarakat. Apalagi ini menjelang bulan Ramadhan, banyak masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dengan transportasi udara.

Selain itu, fasilitas penerbangan seperti radar, tower kontrol dan lainnya juga harus dijaga sehingga bisa berfungsi dengan baik dan bisa memberikan pelayanan keselamatan penerbangan dengan baik.

Namun demikian, Yayat mengungkapkan bahwa, masih ada beberapa fasilitas yang harus dilengkapi lagi yaitu, CCTV yang sampai saat ini belum ada untuk bandara Utarom Kaimana.

Menurutnya, CCTV ini merupakan salah satu fasilitas pendukung yang juga mau tidak mau harus ada di bandara Utarom Kaimana, untuk mempermudah pengawasan yang ada di Bandara ini.

” Kalau X-Ray memang sudah ada. Hanya CCTV nya ini yang belum ada. Sehingga kedepannya kami berharap agar CCTV ini bisa ada, sehingga selain memudahkan kita dalam melakukan pengawasan tetapi juga membantu kita untuk menangani persoalan jika sewaktu-waktu terjadi suatu masalah. Kalau untuk bandara sekelas Utarom ini, hanya butuh sekitar 10 unit CCTV, termasuk akan dipasang juga dikantor dan beberapa titik lainnya di bandara ini, ” ujarnya.

Sementara itu, ketua DPRD Kaimana, Frans Amerbay, SE menilai bahwa peningkatan pengawasan di areal bandara ini perlu dilakukan, untuk meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan bersama, pasca insisden pengeboman di Surabaya.
Bandara ini kan objek vital, dan merupakan salah satu pintu masuk ke Kaimana. Sehingga peningkatan pengawasan ini sudah seharusnya dilakukan.

Ia menambahkan, langkah antisipatif seperti ini, bisa meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan bersama. Berikutnya lagi, kalau kita bicara tentang teroris, mereka ini kan jaringan.

” Dengan pengawasan dan pengamanan yang ekstra ketat, bisa memperkecil kemungkinan bagi mereka untuk masuk ke kabupaten kita, karena sekarang ini kan mereka sudah sedang diburu oleh aparat kepolisian, “tuturnya. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *