Operasi Zebra Mansinam, Polres Kaimana Jaring 30 Kendaraan

Papua Barat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana,honaipapua.com– Unit Lantas Polres Kaimana berhasil menjaring 30 unit kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.

30 kendaraan ini dijaring dalam operasi khusus yang dilakukan unit lantas Polres Kaimana. Razia ini dilaksanakan di depan Mapolres Kaimana pada, Rabu (30/10) kemarin.

Kasat lantas polres Kaimana, IPTU Muhammad Zain ketika dikonfirmasi usai razia, mengakui bahwa sejumlah kendaraan sudah di jaring oleh pihaknya dalam operasi khusus tersebut.

“Ini adalah operasi terpusat. Di Papua barat kita pakai sandi operasi Zebra Mansinam 2019,” ungkapnya.

Kendaraan yang terjaring tersebut juga dengan pelanggaran yang bervariasi. “Untuk hari ini, kita jaring sekitar 30 kendaraan sepeda motor.

Pelanggarannya sendiri bervariasi, ada yang SIM-nya tidak ada, pajaknyaa mati, terus STNK-nya tidak ada, termasuk knalpot racing. Itu yang kita amankan,” ujarnya.

Menurutnya, sebenarnya saat ini sudah diberlakukan e-tilang, namun karena jaringan tidak mendukung, sehingga masih dilakukan penilangan secara manual.

“Terus untuk sementara karena jaringan kita kurang maksimal, sehingga pelaksanaan e-tilang, kita belum bisa laksanakan. Nanti kalau jaringannya sudah normal, barulah kita berlakukan e-tilang,” tuturnya.

Lanjut Zain, e-tilang ini untuk memiliki keuntungan dan kemudahan bagi kepolisian.

“Untuk e-tilang ini sebenarnya manfaatnya cukup banyak. Salah satunya yaitu, masyarakat mendapat kemudahan untuk membayar titipan denda tilang melalui seluruh saluran pembayaran perbankan.

Data pelanggaran juga dicatat secara elektronik yang mempersingkat durasi tilang. Jadi pelanggar tersebut, langsung menuju ke BRI untuk membayar berapa denda tilangnya itu.

” Dan dari struk tersebut, pelanggar menunjukkan ke kami, barulah kami bisa serahkan barangnya yang kita tahan. Kalau untuk dikota lain, e-tilang ini sudah jalan lama. Tetapi karena kita di Kaimana ini jaringannya masih belum normal, maka kita masih belum bisa terapkan,” ujarnya. {edo}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *